Pemkot Membuka Kawasan Bisnis Baru di Kawasan Bandara

Wali Kota Tangerang Sachrudin (tengah) menandatangani MoU dengan PT Angkasa Pura Indonesia dan PT Jasa Marga untuk pengembangan bisnis baru di kawasan bandara Soekarno-Hatta.

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID–Pemkot Tangerang telah menyiapkan pengembangan kawasan bisnis baru di sekitar bandara Soekarno-Hatta. Pengembangan kawasan dengan konsep Aerotropolis. Yakni, menciptakan kawasan multimodal, logistik, dan bisnis yang terintegrasi dengan bandara Soekarno-Hatta dan akses jalan tol.

Untuk mewujudkan kawasan ini, Pemkot Tangerang menandatangani nota kesepahaman dengan PT Angkasa Pura Indonesia (API) selaku operator bandara Soekarno-Hatta dan PT Jasa Marga Persero Tbk, selaku pengelola jalan tol yang melintasi Kota Tangerang, Senin (02/03/2026). Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Sachrudin dengan PT API dan PT Jasa Marga di ruang Patio, Puspemkot Tangerang.

Bacaan Lainnya

Kerja sama meliputi pemanfaatan serta pengembangan kawasan penunjang akses bandara. Selain itu, disepakati pula modifikasi Simpang Susun Kunciran bersama PT Jasamarga Metropolitan Tollroad, PT Jasamarga Kunciran Cengkareng, dan PT Marga Trans Nusantara. Sachrudin mengatakan sebagai bagian dari kawasan metropolitan Jabodetabek dan wilayah penyangga bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang menghadapi dinamika mobilitas yang sangat tinggi.

“Sekitar 150 ribu penumpang setiap hari hilir mudik melalui bandara tersebut. Tingginya pergerakan orang dan barang ini berdampak langsung pada kebutuhan konektivitas, kelancaran lalu lintas, hingga kualitas lingkungan kawasan,” jelasnya. Ia menegaskan, kerja sama ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan komitmen nyata menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap warga merasakan dampak pembangunan ini. Penguatan akses bandara dan modifikasi Simpang Susun Kunciran bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang mempermudah aktivitas masyarakat, membuka peluang usaha baru, serta menciptakan lapangan kerja,” lanjut Sachrudin. Menurut Sachrudin, sejalan dengan arah kebijakan RTRW dan RPJPD 2024–2045, Kota Tangerang diarahkan menjadi kota bisnis yang maju, berkelanjutan, dan berkarakter Aerotropolis.

Karena itu, peningkatan aksesibilitas menuju dan dari kawasan bandara menjadi kebutuhan strategis yang tidak bisa ditunda. “Di usia ke-33 ini, kami ingin Kota Tangerang semakin terkoneksi, semakin kompetitif, dan semakin membanggakan. Kolaborasi adalah kunci. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” lanjutnya. Kepala Bappeda Kota Tangerang Yeti Rohaeti menambahkan tahapan perencanaan implementasi modifikasi simpang susun telah dimulai oleh Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan.

“Persiapan sudah direncanakan jauh-jauh hari. Jika proses appraisal selesai tahun ini, maka pembayaran lahan dapat dilakukan tahun depan dan dilanjutkan dengan konstruksi. Tahun ini kami fokus pada penyelesaian perizinan serta penertiban yang diperlukan,” katanya. Perwakilan PT Angkasa Pura Indonesia, I Wayan Darma, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan Pemkot Tangerang. Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan kawasan penunjang akses bandara, khususnya di area Tol Sedyatmo, Jalan Kali Prancis, dan Jalan Jenderal Sudirman.

“Kota Tangerang merupakan mitra strategis dalam pengembangan kawasan bandara. Tingginya mobilitas penumpang membutuhkan integrasi layanan yang semakin baik, mulai dari transportasi, pengelolaan lingkungan, hingga kenyamanan kawasan. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa bandara dapat semakin optimal,” jelasnya. (adv)

Pos terkait