TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID–Tahun 2026, Kota Tangerang menghadapi tantangan yang tidak mudah. Yakni, persoalan banjir di sejumlah wilayah. Menghadapi tantangan tahun 2026, kata Sachrudin, pihaknya berkomitmen dalam menangani persoalan banjir dan kesehatan.
“Pemkot berencana membangun dua embung baru, 14 unit pompa, serta 351 titik saluran drainase,” papar Sachrudin dalam pidatonya saat paripurna HUT ke-33 Kota Tangerang di ruang sidang paripurna DPRD Kota Tangerang. Upaya yang sudah dilakukan, Bersama Gubernur Banten melakukan koordinasi dengan Pemprov Jakarta untuk pemecahan masalah banjir yang diakibatkan aliran sungai dari Jakarta.
Sejumlah titik banjir di Kota Tangerang akibat aliran sungai dari Jakarta. Di sektor kesehatan, percepatan operasional RSUD Panunggangan Barat (Panbar) menjadi prioritas untuk memeratakan layanan kesehatan.
Selain pembangunan fisik, Pemkot Tangerang juga memberikan perhatian pada aspek sosial yang terus ditingkatkan melalui kenaikan insentif bagi marbot, guru ngaji, amil jenazah, kader Posyandu, hingga RT/RW sebagai garda terdepan pelayanan.
“Dedikasi Pemkot Tangerang membuahkan 83 penghargaan tingkat nasional dan regional. Beberapa di antaranya adalah UHC Award 2026 Kategori Madya dengan cakupan layanan kesehatan mencapai 100,71 persen, Juara I BKN Award 2025, serta peringkat III pencegahan korupsi dari KPK,” paparnya.
“Pada momen HUT ke-33 ini, saya mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong. Mari kita rawat kota ini seperti rumah kita sendiri demi mewujudkan Kota Tangerang yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam menegaskan, tekad legislatif bersama Pemkot Tangerang untuk terus mewujudkan visi Kota Tangerang yang sejahtera, berakhlakul karimah, dan berdaya saing. Membuka rapat Paripurna, Rusdi menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi bagi kemajuan Kota Tangerang.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendahulu, sesepuh, alim ulama, tokoh agama, hingga generasi muda. Berkat kontribusi kolektif ini, Kota Tangerang kini sejajar, bahkan lebih baik dari kota-kota lain yang telah berdiri lebih dahulu,” ujar Rusdi dalam sambutannya.
Dia menuturkan, di usia 33 tahun, Kota Tangerang kini tidak hanya dikenal di kancah nasional, tetapi juga di dunia internasional. Namun, Rusdi juga mengingatkan agar perayaan ini menjadi ajang evaluasi.
“HUT ini kita jadikan momentum introspeksi atas kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang telah kita capai.” Kata Rusdi. Namun demikian, Rusdi menyampaikan agar tidak ingin berpuas diri dari berbagai prestasi yang telah diraih Kota Tangerang, mulai dari Sachruaspek keuangan, pembangunan, hingga kesehatan.
Menurutnya, berbagai penghargaan tingkat provinsi maupun nasional merupakan indikator keberhasilan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat. “Penghargaan bukan tujuan akhir, tetapi bukti nyata bahwa upaya pembangunan yang kita laksanakan bersama telah berjalan di jalur yang tepat,” tegasnya. (adv)











