TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID–Selama tahun 2025, Pemkot Tangerang telah merehabilitasi 1000 rumah tak layak huni yang tersebar di seluruh kecamatan. Program ini sekadar memperbaiki kondisi fisik rumah. Tetapi juga menghadirkan rasa aman, nyaman, dan ketenangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Wali Kota Tangerang Sachrudin, mengatakan Program Bedah Rumah merupakan wujud komitmen Pemkot Tangerang dalam mewujudkan lingkungan hunian yang layak bagi seluruh warga. “Sepanjang tahun 2025 kemarin pemkot telah merehabilitasi 1000 RTLH yang tersebar di seluruh kecamatan. Pada 2026 bedah rumah akan terus dilanjutkan,” jelasnya, Kamis (26/02/2026).
Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang Decky Priambodo menambahkan program rehabilitasi RTLH berkontribusi besar dalam menyediakan hunian yang layak, sehat, dan aman untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan. Tercatat, Pemkot Tangerang memastikan program rehabilitasi RTLH telah berhasil menyasar 10.656 unit rumah sejak tahun 2014-2025.
“Alhamdulillah, kami telah berhasil merealisasikan target program pembangunan rehabilitasi RTLH. Awal tahun lalu, kami menargetkan bisa merehabilitasi 1.000 unit rumah di semua kecamatan. Sekarang sudah dipastikan 100 persen terealisasi,” ujar Decky.
Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang berhasil meningkatkan jumlah anggaran dibandingkan tahun sebelumnya secara signifikan. Saat ini dana rehabilitasi per rumah Rp30 juta, naik dibanding tahun lalu yang berada di angka Rp20 juta.
“Semua rumah yang direhabilitasi telah melewati proses verifikasi yang ketat. Jadi semuanya bisa dipastikan tepat sasaran. Setiap tahunnya juga terus meningkat, mulai dari tahun 2021 menyasar 350 unit, 2022 menyasar 450 unit, 2023 menyasar 700 unit, 2024 menyasar 474 unit, dan 2025 ini bisa mencapai 1.000 unit,” tambahnya.
Dinas Perkimtan Kota Tangerang mengakselerasi program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang roboh akibat bencana alam. Terutama atap roboh akibat cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang. “Kami memprioritaskan kategori mendesak, terutama rumah-rumah yang atapnya ambruk atau mengalami kerusakan struktural urgent. Target kami, seluruh proses perbaikan selesai dalam kurun waktu 45 hari kalender,” katanya.
Tercatat, kurang lebih 100 unit rumah yang masuk dalam kategori prioritas mendesak. Titik perbaikan ini tersebar merata di 12 kecamatan dan 36 kelurahan di seluruh Kota Tangerang. “Target kami 45 hari ini selesai perbaikannya,” kata Decky. (adv)











