Target Juara Umum, Anggaran Porprov VII Banten di Kota Tangsel Rp50 Miliar

Porprov Banten
Ketua KONI Provinsi Banten Agus Rasyid melantik Ketua KONI Kota Tangsel Mahludin beserta pengurus periode 2025-2029 di Interamark, Serpong, Jumat 20 Februari 2026 Foto : Miladi Ahmad/Bantenekspres.co.id

SERPONG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Waktu pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 tinggal menghitung bulan. Namun hingga kini, jumlah cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan masih menunggu pengumuman resmi panitia.

 

Bacaan Lainnya

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangsel periode 2025–2029 di bawah kepemimpinan Mahludin telah resmi dilantik, hasil Musyawarah Daerah (Musda) tahun lalu.

“Pemilihannya berjalan demokratis, tidak menyisakan konflik, dan semangat olahraga sudah dicanangkan sejak awal. Tugas mereka antara lain menyukseskan Porprov di akhir 2026,” ujar seusai pelantikan pengurua KONI Tangsel, Jumat, 20 Februari 2026.

Pria yang biasa disapa Pak Bem ini menambahkan, untuk mendukung penyelenggaraan, pihaknya menyiapkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sebesar Rp50 miliar. Anggaran tersebut sudah termasuk dana operasional KONI.

Menurutnya, sebelumnya pengajuan anggaran mencapai Rp100 miliar. Namun, karena efisiensi dan pengurangan dana transfer ke daerah lebih dari Rp500 miliar, alokasi untuk Porprov dan hibah KONI terkoreksi menjadi Rp50 miliar.

“Nanti penggunaannya akan dibina oleh Pak Wakil Wali Kota Tangsel bersama Inspektorat supaya berjalan baik. Target kita sukses penyelenggaraan, juara umum, sukses administrasi, dan sukses pertanggungjawaban,” harapnya.

Ia optimistis Kota Tangsel bisa meraih juara umum pada Porprov 2026. “Cabor semua setuju Tangsel juara umum. Insya Allah kita bisa,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, dana Rp50 miliar tersebut mencakup kebutuhan Porprov dan hibah rutin KONI.

“Dari pengajuan Rp100 miliar, setelah koreksi menjadi Rp50 miliar untuk seluruh penyelenggaraan dan hibah tahunan KONI. Nanti pembagiannya akan diatur Dispora, apakah Rp35 miliar untuk Porprov dan Rp15 miliar untuk hibah, atau bagaimana, akan segera dirapatkan,” ujarnya.

Pilar menambahakan, kebutuhan riil penyelenggaraan cukup besar, namun harus disesuaikan dengan kondisi anggaran. “Kita efisiensikan. Mana yang penting kita laksanakan, yang tidak penting tidak usah. Dengan anggaran seperti itu kita maksimalkan dulu,” tambahnya.

Menurutnya, untuk dukungan dari KONI Provinsi Banten tidak ada skema hibah ke Kota Tangsel. Pemerintah provinsi akan menganggarkan dan mengelola sendiri kebutuhan untuk steering committee (SC).

Terkait jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan, Pilar menyebut akan diumumkan saat launching resmi Porprov.

“Insya Allah setelah Lebaran kita launching. Kemarin kita menunggu pelantikan KONI Banten dan KONI Tangsel agar timnya paripurna. Supaya kabupaten/kota lain juga siap menghadapi Porprov,” jelasnya.

Pilar juga memastikan kesiapan venue dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk swasta, institusi pendidikan, TNI, dan Polri. “Antusiasnya besar sekali, sampai rebutan menawarkan lahan. Ini ajang kita bersama. Dengan keterbatasan APBD, kalau ada yang mau bantu atau sewakan fasilitas, kita maksimalkan,” ungkapnya.

Sebagian besar cabor akan digelar di Kota Tangsel. Namun, untuk cabang motorcross direncanakan berlangsung di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor, karena membutuhkan lintasan khusus yang tidak tersedia di Kota Tangsel.

Selain itu, aeromodeling juga berpotensi digelar di lokasi yang memiliki kondisi angin sesuai hasil survei teknis. “Sisanya tetap di Tangsel. Ini soal bentang alam saja, karena motorcross butuh tempat yang sesuai dan di Tangsel sudah tidak ada lahannya,” tutupnya. (*)

Pos terkait