Berikut Prediksi Penetapan 1 Ramadan 2026 Menurut Pemerintah, NU dan Muhammadiyah

Prediksi Ramadan 2026 menurut Pemerintah, NU dan Muhammadiyah. Foto: Ilustrasi rukyatul hilal

SERPONG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dalam menjelang bulan suci Ramadan 2026, topik pembahasan terkait kapan penentuan tanggal 1 Ramadan menjadi perbincangan yang hangat disetiap kalangan. Hal ini tentu menjadi sebuah perbedaan disetiap kalangan mulai dari Pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Di Indonesia, penentuan setiap tanggal 1 Ramadan kerap menjadi sebuah pembahasan. Pasalnya dikarenakan dari berbagai pihak menentukan dengan metode yang berbeda, seperti metode rukyatul hilal dan metode hisab. Tentunya, penetapan ini dikarenakan belum finalnya hasil penetapan tanggal satu Ramadan dan masih menunggu hasil sidang Isbath dari Kementerian Agama (Kemenag).

Bacaan Lainnya

Dilansir dari unesa.ac.id. menjelaskan bahwa prediksi penetapan 1 Ramadan 2026 dari pemerintah jatuh pada Kamis 19 Februari 2026. Prediksi ini sesuai dengan perkiraan setiap tahunnya yaitu menggunakan metode hisab dan rukyatul hilal (pemantauan hilal secara langsung) dalam menentukan awal bulan dan tahun baru hijriah.

Tak hanya itu, prediksi pemerintah juga biasa dengan menggunakan metode MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia dan Singapura), dalam metode tersebut sebelum penetapan tanggal resmi satu Ramadan data hasil rukyatul hilal, posisi hilal dan laporan ahli falak akan dipertimbangkan dalam sidang Isbath.

Kedua, prediksi Ramadan dari Nahdlatul Ulama (NU) sampai saat ini belum mengumumkan tanggal resmi satu Ramadan 2026, karena masih menunggu hasil dalam pembuatan hilal dilapangan. Namun, berdasarkan kalender 2026 yang disusun oleh lembaga falak dilingkungan NU memprediksi bahwa satu Ramadan 2026 jatuh pada Kamis 19 Februari 2026 sama seperti pemerintah, NU juga menggunakan metode hisab, dan rukyatul hilal pada saat penentuan akhir bulan Sya’ban.

Metode yang digunakan NU juga dikenal dengan sebutan IRNU (Hisab Imkanur Rukyah) yaitu dengan menggabungkan hasil hisab atau perhitungan, dengan rukyatul hilal yang sesuai dengan syariat NU. Dengan metode ini awal Ramadhan bergantung pada terlihat atau tidaknya hilal saat akhir bulan Sya’ban.

Selanjutnya, prediksi Ramadan menurut Muhamadiyah. Menurut Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan bahwa satu Ramadan 1447 H akan jatuh pada hari Rabu 18 Februari 2026. Metode hisab hakiki wujudul hilal, yang menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan, atau hilal, secara matematis, tanpa menunggu pengamatan langsung di lapangan, membantu dalam pengambilan keputusan ini.(*)

Pos terkait