Puasa Tetap Sehat, Terapkan PHBS di Pesantren

Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di pesantren akan menjaga kesehatan selama Ramadan.

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID–Perilaku hidup bersih dan sehat perlu dijalankan agar dalam menjalankan ibadah puasa tidak terjadi gangguan Kesehatan. Dinas Kesehatan Kota Tangerang menggalakkan program pengembangan Pesantren Sehat jelang Ramadan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni menuturkan, Pemkot Tangerang memfokuskan program pengembangan Pesantren Sehat dengan sejumlah kegiatan edukatif bagi para santri yang sebagian besar berusia remaja. Mulai dari penyuluhan PHBS, Survei Mawas Diri (SMD), sampai Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Bacaan Lainnya

”Ini untuk mengajak pondok pesantren meningkatkan upaya preventif, kuratif, serta rehabilitatif perilaku hidup sehat di kalangan para santri,” kata Dini usai pelaksanaan program pengembangan Pesantren Sehat di Pondok Pesantren Malika Islamic Boarding School Karawaci, Jumat (13/2/26).

Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang juga memberikan pembinaan bagi Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Pembinaan ini dinilai sangat penting untuk menunjang kemandirian kesehatan di tengah peningkatan aktivitas para santri selama bulan Ramadan mendatang.

”Kami ingin mengajak para santri di setiap pondok pesantren untuk berkolaborasi menciptakan lingkungan yang sehat sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi para santri beraktivitas khususnya selama bulan Ramadan nanti,” tambahnya.

Sementara untuk pencegahan dan penanggulangan penyakit, Dinkes Kota Tangerang menandatangani perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama 33 rumah sakit. Dr. Dini Anggraeni menuturkan, PKS akan mencakup program kolaborasi pemerintah bersama sektor swasta untuk memperkuat kebijakan penanganan dan pengendalian penyakit seperti sistem pelaporan, pemeriksaan, sarana prasarana, sampai sumber daya manusia.

“Kami ingin mengandeng semua lapisan untuk bersama-sama meningkatkan pencegahan dan pengendalian penyakit di Kota Tangerang. Bukan pertama kali, upaya kolaborasi ini sudah berjalan sejak tahun 2022 dan terbukti bisa berjalan dengan sangat baik,” papar Dini.

Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang juga menggandeng sejumlah lembaga, organisasi, dan komunitas untuk mendukung program eliminasi dan promosi preventif untuk menanggulangi sejumlah penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC) dan Human Immunodefiency (HIV), serta penyakit tidak menular seperti leptospirosis, hipertensi, dan diabetes.

Beberapa lembaga, organisasi, dan komunitas yang digandeng menjadi mitra strategis di antaranya ada Lembaga Permasyarakatan (Lapas), Yayasan Cita Andaru Bersama, Yayasan Bina Muda Gemilang, Yayasan Wahana Cita Indonesia, Yayasan Mutiara Maharani, Jaringan Indonesia Positif, dan IU Penabulu STPI. (adv)

Pos terkait