Kemenkes Soroti Puskesmas di Kabupaten Tangerang Belum Miliki Alat Deteksi Jantung

Kemenkes Soroti Puskesmas di Kabupaten Tangerang Belum Miliki Alat Deteksi Jantung
Wamenkes Dante Saksono saat mengunjungi Puskesmas Cikupa, Jum'at 6 Februari 2026. Foto: Deni Mukarom/Bantenekspres.co.id

CIKUPA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kementerian Kesehatan menyoroti lemahnya fasilitas layanan kesehatan dasar di Kabupaten Tangerang. Seluruh puskesmas di wilayah tersebut diketahui belum dilengkapi alat elektrokardiogram (EKG), perangkat penting untuk mendeteksi gangguan jantung sejak dini.

Temuan itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono saat melakukan peninjauan lapangan, Minggu 8 Februari 2026. Ketiadaan alat pemeriksa jantung disebutnya sebagai salah satu masalah utama yang harus segera dibenahi.

Bacaan Lainnya

“Saya sudah belanja masalah di sini. Salah satu yang belum ada adalah alat pemeriksa jantung,” kata Dante.

Menurut Dante, deteksi dini penyakit jantung menjadi sangat krusial karena banyak kasus berlangsung tanpa gejala. Tanpa dukungan alat EKG, risiko keterlambatan penanganan penyakit jantung semakin besar di tingkat layanan primer.

“Kalau ada gejala jantung yang belum diketahui atau tidak berasa, bisa cepat-cepat terdeteksi,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyediaan alat EKG merupakan bagian dari konsolidasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat layanan kesehatan primer. Fokus kebijakan tersebut diarahkan pada pencegahan penyakit, bukan hanya pengobatan.

Dante juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang di sektor kesehatan. Ia menyebut alokasi anggaran kesehatan dalam APBD Kabupaten Tangerang telah mencapai 25 persen.

“Artinya, daerah ini sangat konsen dan strategis dalam menempatkan kesehatan sebagai prioritas pembangunan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan Kementerian Kesehatan akan memberikan bantuan peralatan medis ke daerahnya. Selain alat USG untuk ibu hamil, bantuan juga mencakup alat pemeriksa jantung yang akan didistribusikan ke 44 puskesmas.

“Selain USG untuk ibu hamil, akan diberikan juga alat pemeriksa jantung ke 44 puskesmas,” ujarnya.

Dengan dukungan peralatan tersebut, Hendra berharap tenaga kesehatan dapat mendeteksi penyakit, khususnya penyakit degeneratif, sejak dini.

“Dengan adanya bantuan ini, deteksi bisa dilakukan lebih awal sehingga penanganan lebih cepat dan promosi kesehatan dapat diperkuat agar penyakit tidak berkembang menjadi berbahaya,” pungkasnya. (*)

Pos terkait