Kondisi Ketenagakerjaan Banten November 2025: Sektor Pertanian Meningkat, Sektor Formal Menurun

Kepala BPS Provinsi Banten, Dr Yusniar Juliana dalam konferensi pers secara virtual, Kamis 5 Februari 2026. Foto: Tangkap layar

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten memberikan data terbaru terkait Ketenagakerjaan di Banten. Dalam data menunjukkan lonjakan jumlah angkatan kerja yang dibarengi dengan pergeseran struktur lapangan usaha, di mana sektor pertanian kini menjadi magnet baru penyerapan tenaga kerja.

Kepala BPS Provinsi Banten, Dr Yusniar Juliana mengatakan, jumlah Penduduk Usia Kerja (PUK) Banten telah menyentuh angka 9,57 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6,48 juta orang merupakan angkatan kerja aktif.

Bacaan Lainnya

“Penduduk usia kerja pada November 2025 sebanyak 9,57 juta orang, bertambah sebanyak 27,95 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja, yang mencapai 6,48 juta orang, sisanya termasuk bukan angkatan kerja sebanyak 3,09 juta orang,” katanya, dalam keterangan, Kamis 5 Februari 2026.

Ia menjelaskan, dari komposisi angkatan kerja pada November 2025 terdiri dari 6,05 juta orang penduduk bekerja dan 430,02 ribu orang pengangguran. Apabila dibandingkan Agustus 2025, jumlah angkatan kerja, jumlah penduduk bekerja, dan pengangguran masing-masing meningkat sebanyak 314 ribu orang, 296,34 ribu orang, dan 17,66 ribu orang.

Adapun Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami kenaikan ke angka 67,75 persen. Tren Gender, TPAK laki-laki masih mendominasi di angka 83,87%, namun TPAK perempuan menunjukkan pertumbuhan yang impresif, naik 4,32% dibanding Agustus 2025.

Menurut Yusniar, meskipun industri pengolahan masih menjadi tulang punggung utama, sektor pertanian mencatatkan pertumbuhan paling agresif dalam tiga bulan terakhir.

Berdasarkan hasil Sakernas November 2025, tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling banyak yaitu Industri Pengolahan sebesar 23,57 persen bertambah 138,92 ribu orang, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor sebesar 19,84 persen bertambah 75,09 ribu, serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 14,94 persen atau bertambah 159,35 ribu orang.

“Di sisi lain, sektor Akomodasi dan Makan Minum mengalami kontraksi terdalam dengan penurunan sebanyak 101,86 ribu pekerja,” ungkapnya.

Ada fenomena menarik pada status pekerjaan penduduk Banten. Meskipun mayoritas penduduk masih bekerja sebagai buruh/karyawan sebesar 50,10 persen, angka ini justru menurun sebesar 2,27 persen poin. Hal ini memicu peningkatan pada kegiatan ekonomi informal yang mencapai 47,28 persen. (*)

Reporter: Syirojul Umam

Pos terkait