Guru SD di Ciledug Dilatih Koding dan Pemahaman Kecerdasan Buatan

Guru SD di Ciledug Dilatih Koding dan Pemahaman Kecerdasan Buatan
Para pemateri dari Uhamka usai menggelar workshop bertajuk Deep Learning, Koding and Artificial Intelligence yang digelar di kompleks SDI Al Hasanah Ciledug, Kota Tangerang, Sabtu, 3 Desember 2025. Foto Abdul Aziz/Bantenekspres.co.id

CILEDUG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dalam upaya menjawab tantangan pendidikan di era digital, SDI Al Hasanah Ciledug bekerja sama dengan Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) menggelar workshop bertajuk “Deep Learning, Koding, and Artificial Intelligence”.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, pada 2–3 Januari 2026, di kompleks SDI Al Hasanah Ciledug, Kota Tangerang. Workshop ini menghadirkan sejumlah akademisi UHAMKA sebagai pemateri, di antaranya Dosen Pascasarjana UHAMKA Prof. Dr. Abdul Rahman A. Ghani, S.H., M.Pd., Dosen FKIP UHAMKA Dr. Arum Fatayan, S.Kom.I., M.Pd., serta Dosen FTII UHAMKA Nunik Pratiwi, S.T., M.Kom., dan Nur Chalik Azhar, M.Kom.

Bacaan Lainnya

Kepala SDI Al Hasanah Ciledug, Hj. Sawiyah, mengatakan kegiatan tersebut menyasar para guru SDI/SD/MI di wilayah Kecamatan Ciledug dan sekitarnya. Tujuannya untuk membekali tenaga pendidik dengan keterampilan teknologi mutakhir yang kini mulai merambah dunia pendidikan dasar.

“Kegiatan ini berkolaborasi dengan Kampus UHAMKA Jakarta sekaligus menghadirkan para pakar akademisi sebagai pemateri,” ujar Hj. Sawiyah.

Ia menjelaskan, para akademisi tersebut memberikan materi dari berbagai disiplin ilmu yang difokuskan pada pengenalan deep learning dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang disederhanakan sesuai dengan konteks pembelajaran anak usia sekolah dasar. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada dasar-dasar koding yang diharapkan dapat melatih logika berpikir kritis siswa.

Sawiyah berharap, melalui workshop ini para guru, khususnya tenaga pendidik di SDI Al Hasanah, mampu memahami sekaligus mengimplementasikan teknologi tersebut dalam proses belajar mengajar yang lebih inovatif dan relevan.

“Dengan adanya workshop ini, para guru diharapkan tidak hanya menjadi penonton perubahan teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menciptakan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan relevan bagi siswa,” katanya.

Ia menambahkan, SDI Al Hasanah bersama UHAMKA berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, khususnya dalam penguasaan teknologi informasi.

“Di tengah derasnya arus perkembangan teknologi, kami berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan agar semakin maju dan inovatif,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pemateri, Dr. Arum Fatayan, mengatakan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) terjadi sangat masif dari tahun ke tahun. Kehadirannya dengan berbagai fitur, fungsi, dan tampilan baru semakin berdampak pada banyak aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan.

“Kecerdasan buatan mulai mengambil peran dalam kegiatan pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi. Saat ini, AI menjadi bagian penting dalam tumbuh kembang teknologi pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, dalam memanfaatkan dukungan AI secara maksimal, guru dan siswa harus mampu beradaptasi dengan situasi serta tugas-tugas baru, mengingat perubahan sosial semakin sering terjadi di era kecerdasan buatan.

“Semakin banyak alat digital yang masuk ke ruang kelas. Guru dan siswa perlu berkolaborasi untuk menemukan cara menggunakannya secara efektif,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi produktif antara guru dan siswa, interaksi sosial yang positif, serta keterampilan pengaturan diri seperti perencanaan dan pemantauan dalam proses pembelajaran.

“Semua keterampilan dan kompetensi ini sangat penting untuk memberikan ruang kebebasan belajar bagi siswa dan guru. Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari semua pihak,” pungkasnya. (*)

Pos terkait