KARAWACI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Setelah kembali ramai pemberitaan, keluarga Raymond Wirya Arifin (19) kembali dimintai keterangan pihak Polsek Karawaci, Selasa malam, 30 Desember 2025.
Pemanggilan keluarga Raymond tersebut guna mendalami informasi terkait kematian Raymond yang ditemukan tewas mengambang di Sungai Cisadane, tepatnya dibawah Jembatan Kaca, Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, pada Juli 2025 lalu.
Kanit Reskrim Polsek Karawaci, AKP Riono menyampaikan, pihaknya melakukan pendalaman dalam menangani kasus kematian Raymond, mahasiswa Universitas Buddhi Dharma Tangerang.
“Masih kita lakukan Lidik, masih kita dalami,” ujar Raymond saat dihubungi.
Namun, berdasarkan keterangan saksi-saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat jasad Raymond ditemukan, terlebih dari hasil otopsi korban, AKP Riono menyatakan dugaan sementara bahwa kematian Raymond disebabkan bunuh diri.
“Dari hasil kita lidik, dugaan sementara korban bunuh diri dari keterangan-keterangan di lapangan, sementara itu intinya,” ungkap AKP Riono.
“Dari hasil otopsi juga kan jelas dinyatakan masuknya air ke dalam paru-paru,” tegasnya.
Sementara itu, Kuasa hukum keluarga korban, Samatha Putra mengatakan, pihak Polsek Karawaci kembali menggali keterangan terkait aktifitas korban beberapa hari sebelum ditemukan jasadnya di sungai Cisadane.
“Semalam papa dan mamanya yang diperiksa terkait aktivitas Remon sendiri pada saat tanggal 16, 17, dan 18, seperti itu. Sebelumnya kakaknya sudah dimintai keterangan juga. Jadi keluarganya dimintai keterangan untuk pendalaman,” kata Samatha kepada wartawan, Rabu, 31 Desember 2025
Samatha menegaskan, bahwa pihak keluarga meyakini jika kematian Raymond bukan karena disebabkan bunuh diri. Kematian Raymond bukan karena lantaran tenggelam. Namun, dari hasil forensik bahwa adanya dugaan kekerasan terhadap korban. Sebab, ditemukan adanya resapan darah dari kepala, leher dan bahu. Kemudian adanya air dalam paru-paru korban.
“Jadi kita minta tolong sama pihak kepolisian untuk lebih mendalami lagi dari hasil otopsinya. Karena saya sudah ketemu dengan dokter forensiknya sendiri. Itu hasil diskusi kita sama dokter forensik,” ujar Samatha.
“Jadi tugas kepolisian itu untuk mendalami lagi hasil resapan itu karena apa. Karena kalau keterangan dari dokter forensik, resapan itu akibat hantaman benda tumpul, seperti itu,” sambungnya.
Terlebih, pihak keluarga telah memberikan keterangan-keterangan sebagai tambahan petunjuk lainnya. “Kita juga sudah menyerahkan petunjuk-petunjuk ke yang kita dapat ke kepolisian. Sebelumnya juga sudah ada beberapa petunjuk kita sampaikan,” paparnya.
Dia menyebut, diakhir pemeriksaan orang tua korban, pihak Polsek Karawaci telah menyimpulkan bahwa kematian Raymond diduga bunuh diri. Namun, pihak kepolisian perlu melakukan upaya pendalaman hasil otopsi jasad Raymond itu sendiri.
“Dugaan yang paling kuatnya adalah bunuh diri kalau menurut kepolisian. Tapi kan dari pihak kepolisian sendiri saja belum mendapatkan bukti yang akurat untuk mendalami materi ini, seperti hasil forensik dari pihak kami, dari pihak keluarga korban,” kata Samatha.
“Kita tetap minta penyidik untuk terus mendalaminya,” tegas lagi.(*)










