TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangerang terus berkomitmen meningkatkan capaian pembangunan dalam upaya menyejahterakan warganya. Pada 2026 nanti, pembangunan tersebut akan diselaraskan dengan program unggulan Wali Kota Tangerang yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti mengatakan, Pemkot Tangerang telah merumuskan isu strategis pembangunan pada 2026.
“Rencana pembangunan di 2026 nanti telah dirumuskan dalam RPJMD. Kami juga mengakomodir isu strategis sekaligus mengakomodir evaluasi dari tahun sebelumnya,” ujar Yeti.
Yeti menjelaskan, Pemkot Tangerang menekankan isu strategis pembangunan tahun 2026 tersebut telah mengakomodasi segala lini sektor pembangunan, mulai dari ekonomi, infrastruktur termasuk penanganan banjir, pendidikan, sosial, budaya, sampai lingkungan.
Terlebih, lanjut Yeti, Pemkot Tangerang terus berupaya pembangunan peningkatan sumber daya manusia berdaya saing.
“Pemkot terus meningkatkan perekonomian daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan. Stabilitas ekonomi makro, ketahanan sosial budaya dan ekologi, serta mewujudkan tata kelola yang adaptif dalam pembangunan infrastruktur kota berdaya saing, modern, inklusif,” ujar Yeti.
Yeti menyampaikan, rencana pembangunan 2026, Pemkot Tangerang juga menyelaraskan dengan target prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Diharapkan isu strategis pembangunan ini dapat mendukung efektivitas, efisiensi, sekaligus tepat sasaran dalam realisasi pembangunan di Kota Tangerang,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya,
Wali Kota Tangerang, Sachrudin menegaskan, dalam penyusunan APBD 2026 telah diselaraskan dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan Kota Tangerang, mulai dari peningkatan sumber daya manusia yang berdaya saing, ekonomi yang berkeadilan, infrastruktur modern dan inklusif, hingga penguatan lingkungan hidup dan tata kelola pemerintahan yang berintegritas
“Dalam penyusunan APBD 2026 dipastikan sejalan dengan prioritas pembangunan daerah,” ujar Sachrudin usai rapat paripurna penetapan RAPBD 2026, belum lama ini.
Sachrudin memaparkan, struktur APBD 2026 yang telah disepakati bersama DPRD yakni, pendapatan daerah tahun 2026 disepakati sebesar Rp5,13 triliun, terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp3,20 triliun dan Pendapatan Transfer Rp1,92 triliun. Sementara Belanja Daerah sebesar Rp5,53 triliun.
“Belanja daerah tersebut dialokasikan untuk urusan wajib pelayanan dasar, urusan wajib non-pelayanan dasar, urusan pilihan, serta berbagai kebutuhan pemerintahan lainnya,” papar Sachrudin.
Sachrudin menegaskan, seluruh program memiliki urgensinya masing-masing termasuk penanganan banjir dan infrastruktur lainnya. “Semuanya penting. Program pembangunan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, seluruh program memiliki arti pentingnya masing-masing,” tegasnya.
Menurut Sachrudin, bahwa orientasi pembangunan Kota Tangerang tetap berpihak kepada masyarakat. “Yang menjadi sasaran utama adalah masyarakat. Bagaimana mereka dapat sejahtera, tidak hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga dari aspek sosial, kepedulian, dan partisipasi terhadap pembangunan,” ujarnya.
Sachrudin juga mengapresiasi seluruh jajaran DPRD yang telah memberikan catatan dan masukan serta kerjasama selama pembahasan RAPBD 2026 yang mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik guna menyejahterakan masyarakat.
“Diharapkan, APBD 2026 dapat menjadi pedoman yang kuat dalam pelaksanaan pembangunan daerah,” pungkasnya.
“Semoga kita mampu mengakselerasi pembangunan dan manfaatnya dapat segera dirasakan oleh seluruh masyarakat Kota Tangerang,” tutupnya.(*)
Reporter : Abdul Aziz











