SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melakukan evaluasi menyeluruh pasca peresmian kawasan Royal Baroe yang digelar pada akhir Desember 2025 lalu. Evaluasi tersebut dilakukan menyusul ditemukannya sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan serta masih rendahnya kesadaran sebagian pengunjung dalam menjaga kebersihan area.
Rapat evaluasi digelar langsung di kawasan Royal Baroe pada Minggu malam 28 Desember 2025 dan dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, bersama jajaran perangkat daerah terkait.
Nanang menyampaikan, hasil pemantauan pasca kegiatan launching menunjukkan masih adanya perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya memahami pentingnya menjaga fasilitas publik. Padahal, pembangunan Royal Baroe menggunakan anggaran yang bersumber dari pajak masyarakat.
“Ini menjadi catatan penting bagi kami. Fasilitas yang ada dibangun dari uang rakyat, sehingga sudah seharusnya dijaga bersama. Kesadaran masyarakat masih perlu terus diedukasi,” kata Nanang.
Selain kerusakan fasilitas, persoalan kebersihan juga menjadi sorotan utama. Pemkot Serang mencatat masih ditemukannya sampah yang dibuang sembarangan, meski pihaknya telah menyiapkan sarana pendukung yang memadai.
Menurut Nanang, pemerintah telah menyediakan 38 titik tempat sampah serta menugaskan 18 petugas kebersihan yang dibagi dalam tiga sif untuk menjaga kebersihan kawasan. “Fasilitas sudah kami siapkan, petugas juga ada. Harapannya, meskipun sampah sedikit, bisa langsung tertangani. Tapi kesadaran pengunjung tetap menjadi kunci utama,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui kondisi kebersihan kawasan saat ini sudah jauh lebih baik. Lonjakan sampah saat launching dinilai terjadi karena tingginya antusiasme masyarakat yang datang berkunjung. “Pada hari peresmian memang terjadi peningkatan jumlah pengunjung. Mungkin masih ada yang belum terbiasa, tapi secara umum kondisinya sudah mulai tertib,” tambahnya.
Ke depan, Pemkot Serang juga akan menerapkan pengaturan lalu lintas di kawasan Royal Baroe. Kendaraan bermotor rencananya akan dibatasi masuk pada jam tertentu, yakni mulai pukul 16.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin menikmati kawasan dengan berjalan kaki. “Nanti akan ada jam khusus tanpa kendaraan. Mulai sore sampai malam, kawasan ini lebih ramah pejalan kaki,” ungkap Nanang.
Ia juga menuturkan, daya tarik Royal Baroe kini tidak hanya dirasakan warga Kota Serang, tetapi juga masyarakat dari daerah lain di Banten. “Pengunjung datang dari berbagai daerah seperti Pandeglang, Lebak, dan sekitarnya. Ini menunjukkan Royal Baroe sudah menjadi magnet baru wisata kota,” pungkasnya. (*)
Reporter: Aldi Alpian Indra









