Sampah dari Kota Tangsel Mulai Dibuang ke TPA Cilowong Kota Serang

Sampah dari Kota Tangsel Mulai Dibuang ke TPA Cilowong
Sampah menumpuk di pinggir jalan dekat Pasar Cimanggis Ciputat. Foto: Tri Budi/Bantenekspres.co.id

SERPONG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sejak awal 2026 Pemkot Tangsel mulai mengirim sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Cilowong di Kota Serang. Pengiriman sampah itu merupakan tindak lanjut kerjasama dua daerah tersebut, dimana sebelumnya telah dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) terkait pengelolaan sampah.

Sebelum juga Pemkot Tangsel pernah mengirim atau membuang sampah ke TPA Cilowong di Kota Serang beberapa tahun lalu. Dan kini kerjasama tersebut dilanjutkan kembali dan diharapkan melalui kerjasama ini masalah sampah di Kota Tangsel akan dapat teratasi sebagian.

Bacaan Lainnya

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pengiriman sampah ke TPA Cilowong merupakan cara untuk penanganan sampah yang selama ini menjadi permasalah serius di Kota Tangsel.

“Perjanjian dengan Pemkot Serang soal penamganan sampah ini kita harapkan minimal 2 tahun dan nantinya bisa diperpanjang lagi,” ujarnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Pria yang biasa disapa Pak Ben tersebut menambahkan, kerja sama dengan Kota Serang dilakukan untuk pengelolaan sampah di TPA Cilowong dengan kapasitas sekitar 500 ton per hari.

“Untuk sementara uji coba pembungan sampah ke TPA Cilowong dilakukan selama 1 minggu. Sampah yang kita buang kesana per hari sekitar 50 ton dulu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangsel, Tubagus Asep Nurdin mengatakan, pengiriman sampah ke TPA Cilowong telah dimulai sejak awal 2026 dengan volume sekitar 50 ton per hari.

“Secara bertahap volumenya akan kita tambah dan selama uji coba ini kita kirim 50 tom sampah per hari,” ujarnya.

Asep menambahkan, sampah yang dikirim ke Kota Serang adalah sampah baru atau sampah harian yang dihasilkan masyarakat Kota Tangsel. Artinya, bukan sampah lama yang ada di TPA Cipeucang Serpong.

Pengiriman sampah ke Cilowong saat ini masih dalam tahap uji coba selama satu minggu. Selama uji coba pihaknya bersama Pemkot Serang akan melakukan evaluasi total baik dari sisi teknis, operasional, maupun dampak lingkungan dan sosial bagi masyarakat.

“Untuk pengiriman sampahnya kita menggunakan armada punya kita sendiri, yakni milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel sendiri,” jelasnya.

Sampah-sampah tersebut ditutup menggunakan terpal dan menimbulkan aroma menyengat dan tidak sedap. Sampah tersebut dibiarkan karena TPA Cipeucang penuh dan saat ini sedang dalam perbaikan atau pembangunan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tangsel Bambang Noertjahjoa mengatakan, pembuangan sampah ke TPSA Cilowong adalah langkah strategis untuk mengurangi tekanan berlebih pada TPA Cipeucang yang kapasitasnya terbatas.

“Pembuangan atau pengalihan sampah 500 ton per hari ke Kota Serang adalah solusi konkret dan terukur untuk menekan penumpukan sampah di Kota Tangsel dalam masa darurat saat ini,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Bambang Apul tersebut menambahkan, saat ini sampah Kota Tangsel mencapai sekitar 1.000 ton per hari, sementara TPA Cipeucang hanya mampu menampung sekitar 400 ton per hari.

Kondisi ini menyebabkan kelebihan sampah harian di TPA Cipeucang yang berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat sekitar.

“Melalui kerja sama lintas daerah ini, sebagian beban pengelolaan sampah Kota Tangsel dialihkan secara terstruktur ke TPSA Cilowong di Kota Serang,” tutupnya.

Diketahui, sampai saat ini tumpukan sampah masih terjadi disejumlah sudut Kota Tangsel. Seperti di Jalan Padjajaran Pamulang, kolong flyover Ciputat, di pinggir jalan dekat Pasar Cimanggis Ciputat dan sejumlah titik lainnya. (*)

Pos terkait