SMPN 2 Curug Ingatkan Siswa Patuhi Aturan Saat Kembali ke Sekolah

SMPN 2 Curug Ingatkan Siswa Patuhi Aturan Saat Kembali ke Sekolah
SMPN 2 Curug, minta siswa untuk bisa kembali mematuhi aturan sekolah yang telah di tetapkan saat masuk ke sekolah. Randy/Bantenekspres.co.id

CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID – SMPN 2 Curug, kecamatan Curug, mengingatkan seluruh peserta didik untuk kembali mematuhi tata tertib sekolah saat masuk kembali ke sekolah usai masa libur. Pihak sekolah menegaskan bahwa siswa wajib menjaga kerapihan, mulai dari rambut yang rapi, kuku yang pendek dan bersih, mengenakan seragam sekolah sesuai ketentuan, serta datang tepat waktu saat kegiatan belajar mengajar dimulai.

SMPN 2 Curug berharap, seluruh siswa dapat kembali menjalani aktivitas belajar dengan tertib, disiplin, dan penuh semangat, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang kondusif dan mendukung peningkatan prestasi akademik maupun pembentukan karakter siswa.

Bacaan Lainnya

Kepala SMPN 2 Curug Purwaningsih mengatakan, bahwa penegakan kedisiplinan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa agar terbiasa hidup tertib, disiplin, dan bertanggung jawab, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

“Setelah libur sekolah, kami mengingatkan kembali kepada seluruh siswa agar memperhatikan kerapihan diri. Rambut harus rapi sesuai aturan sekolah, kuku harus pendek dan bersih, serta seragam dikenakan dengan rapi dan lengkap. Ini adalah aturan dasar yang harus dipatuhi oleh seluruh siswa,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 4 Januari 2026

Purwaningsih menegaskan, kerapihan bukan sekadar soal penampilan, tetapi juga mencerminkan sikap disiplin dan kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Menurutnya, siswa yang rapi dan disiplin akan lebih mudah fokus dalam belajar.

“Kerapihan adalah cerminan dari kedisiplinan. Jika sejak awal siswa sudah dibiasakan untuk tertib dalam hal kecil seperti penampilan, maka hal tersebut akan berdampak positif pada sikap dan perilaku mereka dalam belajar,” paparnya.

Selain kerapihan, Purwaningsih juga menekankan pentingnya ketepatan waktu. Ia mengingatkan agar siswa tidak datang terlambat ke sekolah, karena keterlambatan dapat mengganggu proses belajar mengajar dan merugikan siswa itu sendiri.

“Kami juga mengingatkan siswa agar datang ke sekolah tepat waktu. Jangan sampai ada yang terlambat. Ketepatan waktu adalah bagian dari kedisiplinan yang harus ditanamkan sejak dini. Dengan datang tepat waktu, siswa bisa mengikuti pelajaran dengan maksimal,” katanya.

Purwaningsih menambahkan, bahwa pihak sekolah akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kedisiplinan siswa, terutama pada hari-hari awal masuk sekolah setelah libur. Guru dan wali kelas akan berperan aktif dalam mengingatkan serta membimbing siswa agar mematuhi tata tertib yang telah ditetapkan.

“Kami tidak hanya menegur, tetapi juga membina. Guru-guru akan terus memberikan arahan dan contoh kepada siswa. Tujuannya agar siswa memahami bahwa aturan sekolah dibuat untuk kebaikan mereka sendiri,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap, orang tua siswa juga dapat bekerja sama dengan pihak sekolah dalam menanamkan disiplin kepada anak-anak mereka, terutama dalam mempersiapkan keperluan sekolah sejak dari rumah.

“Kami berharap ada dukungan dari orang tua. Mulai dari memastikan anak berangkat lebih awal, seragam sudah rapi, rambut sesuai aturan, dan kuku bersih. Jika sekolah dan orang tua bekerja sama, maka pembentukan karakter siswa akan berjalan lebih optimal,” tutupnya. (*)

Pos terkait