SMPN 2 Rajeg Konsisten Jaga Lingkungan Bersih dan Sehat Pasca Raih Predikat Sekolah Adiwiyata

SMPN 2 Rajeg Konsisten Jaga Lingkungan Bersih dan Sehat Pasca Raih Predikat Sekolah Adiwiyata
Siswa SMPN 2 Rajeg saat melakukan aksi bersih lingkungan sekolah dalam rangka menjaga predikat sebagai sekolah Adiwiyata. Foto: Randy/Bantenekspres.co.id

RAJEG,BANTENEKSPRES.CO.ID – SMPN 2 Rajeg, kecamatan Rajeg, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan setelah berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata.

Predikat tersebut tidak hanya menjadi simbol keberhasilan, tetapi juga pemicu bagi seluruh warga sekolah untuk semakin meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Bacaan Lainnya

Kepala SMPN 2 Rajeg, Timing Merawati mengatakan, bahwa capaian Adiwiyata bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam menanamkan budaya peduli lingkungan kepada peserta didik.

“Predikat Adiwiyata ini kami maknai sebagai amanah. Artinya, kami harus konsisten menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, bahkan meningkatkannya dari waktu ke waktu,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 27 Desember 2025.

Timing menjelaskan, sejak meraih predikat Adiwiyata, SMPN 2 Rajeg semakin menguatkan berbagai program lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah berbasis pemilahan, perawatan taman sekolah, hingga pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di kalangan siswa.

“Kami terus mengingatkan seluruh warga sekolah bahwa Adiwiyata bukan hanya soal penilaian atau lomba, tetapi soal karakter. Lingkungan bersih harus menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan karena ada penilaian saja,” paparnya.

Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen sekolah menjadi kunci utama keberlanjutan program Adiwiyata. Guru, tenaga kependidikan, siswa, hingga orang tua didorong untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan sekolah.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Guru memberikan teladan, siswa melaksanakan, dan orang tua ikut mendukung dari rumah. Sinergi ini yang kami jaga agar budaya peduli lingkungan benar-benar mengakar,” ungkapnya.

Timing menambahkan, berbagai kegiatan rutin terus dilakukan, seperti kerja bakti mingguan, program Jumat Bersih, perawatan kebun sekolah, serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Selain itu, siswa juga dibiasakan membawa botol minum sendiri dan memanfaatkan tempat sampah terpilah yang tersedia di setiap sudut sekolah.

“Kami ingin anak-anak terbiasa memilah sampah sejak dini. Harapannya, kebiasaan baik ini tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga mereka terapkan di rumah dan lingkungan masyarakat,” tuturnya.

Menurut Timing, pendidikan lingkungan hidup juga telah terintegrasi dalam proses pembelajaran. Guru-guru mengaitkan materi pelajaran dengan isu-isu lingkungan agar siswa memiliki pemahaman yang utuh dan kontekstual.

“Pembelajaran berbasis lingkungan sangat penting. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung bagaimana menjaga alam dan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Dirinya berharap, dengan konsistensi yang terus dijaga, SMPN 2 Rajeg dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menerapkan budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.

“Kami berharap SMPN 2 Rajeg tidak hanya dikenal sebagai sekolah berprestasi, tetapi juga sebagai sekolah yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ini adalah investasi karakter bagi generasi masa depan,” tutupnya. (*)

Pos terkait