GAK Masih Aktif Keluarkan Asap, Wisatawan Dilarang Mendekat Radius 2 Kilometer

GAK Masih Aktif Keluarkan Asap, Wisatawan Dilarang Mendekat Radius 2 Kilometer
Pemkab Serang bersama instansi terkait seperti BMKG, Pos Pengamatan GAK, PHRI, TNI Polri, Balawista, dan lainnya berfoto bersama usai rapat koordinasi persiapan libur Nataru 2025, di Hotel Pesona Krakatau, Kecamatan Cinangka, kemarin Jumat 5 Desember 2025. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, masih aktif mengeluarkan asap dari mulut kawahnya.

Kendati demikian, statusnya masih dikategorikan aman namun wisatawan tetap dilarang untuk mendekatinya, dengan radius dua Kilometer dari kawah aktif GAK.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan, Pengamat Gunung Api pada Pos Pengamatan GAK Pasauran Anggi kepada wartawan, usai rapat koordinasi persiapan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, di Hotel Pesona Krakatau, Kecamatan Cinangka, kemarin Jumat 5 Desember 2025.

Anggi mengatakan, apabila dilihat secara kejauhan asap pada GAK tidak terlihat, namun jika dilihat secara dekat dipastikan asap terlihat jelas.

Meski begitu, statusnya masih dikategorikan aman hanya saja wisatawan dilarang mendekat, dengan radius dua Kilometer dari kawah aktif GAK.

“Aktivitas kawahnya saat ini, ada asapnya tapi tidak terlalu signifikan sih, kalau mendekat di sana pasti kelihatan asapnya tapi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, masih aman namun wisatawan kita rekomendasikan untuk tidak mendekat radius dua Kilometer,” katanya.

Kata Anggi, ketinggian GAK saat ini mencapai sekitar 157 meter dikarenakan adanya beberapa material, yang terisi kembali dari 2020 sampai sekarang yang sebelumnya sempat hilang di 2018 lalu.

Jumlah material yang terisi pada GAK, ada sekitar delapan juta kubik namun kondisinya masih tetap aman.

“Dari 2018 waktu itu kan yang hilang dari tubuh gunung api, yang membuat sekarang tingginya tinggal 157 meter. Tapi, sekarang terisi lagi dari 2020 sampai sekarang sekitar 8 juta kubik terisi, tapi masih tetap aman,” ujarnya.

Dikatakan Anggi, pihaknya hanya sekedar memberikan rekomendasi dan himbauan tentang kondisi terkini GAK, selebihnya tergantung pihak terkait seperti BPBD dan kepolisian untuk menindaklanjutinya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, masih ada guide yang nekat mendekati GAK meskipun sudah ada peringatan untuk tidak mendekat radius dua Kilometer.

“Mungkin guide itu melihat potensi wisata, dan banyaknya wisatawan yang ingin berkunjung membuat mereka tetap nekat mendekat. Kami hanya memberikan peringatan, selebihnya tergantung pihak terkait apakah akan melarang atau tidak,” ucapnya. (*)

Pos terkait