CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie merombak puluhan pejabat yang ada di lingkup Pemkot Tangsel, Jumat, 21 November 2025 sore.
Pelantikan dan pengambilan sumpah yang mencakup pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), pejabat administrasi dan pejabat fungsional tersebut dilaksanakan di Aula Blandongan Balai Kota.
Pelantikan tersebut dipimpin Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan dihadiri Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, Sekda Bambang Noertjahjo dan sejumlah pejabat eselon II.
Dalam pelantikan tersebut ada 11 pejabat eselon II yang dirombak. Sedangkan
pejabat administrasi dan pejabat fungsional yang dirombak berjumlah 70 orang.
11 pejabat eselon II yang dirombak tersebut antara lain Wahyudi Leksono. Wahyudi sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kota Tangsel dan kini menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Selanjutnya ada Eki Herdiana. Eki sebelumnya menjabat Kepala Bappelitbangda dan kini menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah. Oki Rudianto yang sebelumnya menjabat Kasatpol pp kini sebagai Kepala Kesbangpol.
Kemudian ada Heli Slamet yang sebelum menjabat staf ahli wali kota dan kini menjadi Kepala Dinas Sosial. Dandi Pryantara sebelum staf ahli wali kota koni juga menjadi staf ahli wali kota. Heru Sudarmanto yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pariwisata kini menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Fuad yang sebelumnya menjabat Kepala BKPSDM kini menjadi Kepala Bappelitbangda. Mohamad Ervin Ardani yang sebelumnya Kepala Dinas Sosial kini menjadi Kepala Dinas Pariwisata. Bani Khosyatulloh yang sebelumnya Kepala Kesbangpol kini menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Abdul Aziz yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kini menjadi Sekretaris DPRD Tangsel.
Meskipun telah merombak pejabat eselon II namun, hingga kini masih ada 6 OPD yang belum memiliki pemimpin, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala BKAD, Staf Ahli, Dukcapil dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Satpol PP.
Sementara itu, untuk pejabat administrasi yang dilantik antara lain adalah Ahmad Syatiri. Syatiri sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Penyelenggaraan Statistik Sektoral dan Layanan Informasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informatika dan kini naik menjadi Sekretaris di dinas yang sama.
Kemudian ada Bunga Pranatalia Putri. Bunga sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Serpong dan kini menjabat Kepala Bidang Konservasi pada Dinas Lingkungan Hidup.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pelantikan yang dilakukan adalah dalam rangka pengisian beberapa jabatan yang kosong, penyegaran dalam organisasi. “Yang lebih penting dari itu semua adalah, dalam rangka peningkatan kinerja Pemkot Tangsel,” ujarnya saat sambutan, Jumat, 21 November 2025.
Pria yang biasa disapa Pak Ben tersebut berpesan kepada seluruh pejabat yang telah dilantik. Yakni agar segera melakukan adaptasi dan langsung laksanakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab di jabatan yang baru. Pasalnya, sudah bukan waktunya, pejabat yang dirotasi memerlukan waktu yang lama untuk penyesuaian dengan tempat yang baru.
“Birokrasi tidak mengenal kata berhenti atau jeda dalam menjalankan perannya melayani masyarakat,” tambahnya.
Pak Ben menjelaskan, saat ini kita memasuki era dimana kebijakan anggaran mengalami dinamika, yang tentunya mempengaruhi program dan kegiatan serta bagaimana kita menjalankan tugas dan fungsinya. Untuk itu, pejabat harus terus meningkatkan pemahaman, kompetensi, kinerja dan profesionalisme.
Pak Ben juga mengingatkan kembali bahwa jabatan bukan hak, jabatan bukan sesuatu yang bisa diminta, jabatan bukan sesuatu yang bisa ditagih. Jabatan adalah kepercayaan. Jabatan adalah amanah. Jabatan adalah titipan. Ia bisa diberikan dan bisa ditarik kembali.
“Besar harapan saya, pejabat yang dilantik akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan amanah dan kepercayaan yang telah diberikan serta bekerja dengan baik,” tuturnya.
Mantan Wakil Wali Kota Tangsel tersebut menuturkan, pihaknya telah melantik pejabat eselon II, sebagian eselon IIIa dan eselon IIIb. Hal tersebut merupakan tahap pertama dan dalam waktu dekat pihaknya juga akan minta izin kepada Kementerian PAN-RB untuk melaksanakan lelang jabatan atau open bidding.
“Setelah ini, pada hari Senin besok, saya akan melayangkan surat kepada Menteri PAN-RB dan Kepala BKN untuk meminta izin pelaksanaan Open Bidding untuk Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala BKAD, Staf Ahli, kemudian juga Dukcapil, Satpol PP dan Dispora,” ungkapnya.
Pak Ben mengungkapkan, total ada 6 pejabat eselon 2 yang akan dilajukan oppen bidding. Surat permohonan ke Menteri PAN-RB akan dilakukan hari Senin besok agar prosesnya bisa berjalan secepatnya.
“Saya harapkan Desember besok sudah sudah selesai, mutasi rotasi sudah selesai, pengisian jabatan-jabatan baru sudah selesai,” tuturnya.
Mantan pegawai Pemkab Tangerang tersebut mengungkapkan, pada 2026 pihaknya harus tancap gas dengan APBD yang sudah terkoreksi sebesar Rp510 miliar. Karena, itu proses percepatan penting, salah satunya agar para pejabat yang baru dapat segera mengusulkan pengguna anggaran. Selain itu, manajemen penggunaan keuangan daerah juga harus segera disiapkan.
“Kemarin-kemarin mereka masih fokus menyelesaikan APBD 2025, sehingga saat ini saya melihat timing-nya sudah tepat,” tutupnya.
Sementara itu, salah satu pejabat eselon II yang dirombak adalah Wahyudi Leksono. Ia sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Kota Tangsel dan kini menjadi Kepala BKPSDM Kota Tangsel.
Wahyudi mengatakan, dirinya empat tahun menjadi Sekretaris DPRD dan kini diberi kepercayaan oleh Wali Kota Tangsel menjadi Kepala BKPSDM.
“Mutasi ini adalah hal biasa untuk penyegaran, menambah pengalaman dan ini kita sambut positif,” ujarnya.
Wahyudi menambahkan, tugas yang akan dilakukan pertama adalah tetap mendukung misi wali kota berkaitan tata kelola pemerintahan yang baik. Artinya ada pembinaan pegawai yang berkelanjutan.
“Ada PR berkaitan dengan pegawai PPPK yang mindsetnya masih tenaga honorer dan mereka sekarang sudah punya aturan tersendiri, UU tersendiri, kinerjanya seperti apa dan itu harus harus disosialisasikan kepada mereka,” tutupnya. (*)










