Mengurangi Risiko Banjir Kali Angke dan Kali Wetan Dikeruk

KOTA TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID–Musim puncak hujan, November hingga Februari 2026, Pemkot Tangerang gencar menormalisasi saluran air yang ada di pemukiman. Tak hanya itu, Kali Angke dan Kali Wetan di Kawasan Cipondoh yang menjadi sumber banjir dikeruk. Wali Kota Tangerang Sachrudin dengan bersepeda memonitor proges pengerukan kedua sungai itu, Jumat (7/11/2025).

Sachrudin melihat langsung proses pengerukan kedua sungai itu didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Taufik Syahzaeni. “Kedua sungai ini yang selama ini menjadi sumber banjir di wilayah Cipondoh dan Ciledug. Sekarang sedang proses normalisasi,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Kedua sungai itu menjadi kewenangan Pemprov Banten. Namun, usai susur sungai Bersama Gubernur Banten Andra Soni dan tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemkot Tangerang mendapatkan tugas melakukan pengerukan kedua sungai yang melintasi wilayah Kota Tangerang.

“Pelaksanaannya sesuai rencana. Normaliasi ini untuk mencegah banjir yang melanda di kawasan Ciledug dan Cipondoh,” lanjut Sachrudin. Kedua sungai tersebut sudah mengalami pendangkalan. Karena sudah bertahun-tahun tidak dikeruk. Sehingga saat hujan lebat tidak mampu menampung air. Akibatnya meluap membanjiri pemukiman warga.

Sachrudin menjelaskansaat ini juga tengah melakukan pembebasan lahan di sepanjang aliran Kali Angke untuk mendukung pemasangan sheet pile oleh tim teknis terkait. “Sambil berjalan kita lakukan pembebasan lahan, proses normalisasi terus berjalan. Kita terus waspada pada musim puncak hujan seperti sekarang ini,” katanya. Untuk mempercepat pengerjaan, Dinas PUPR Pemkot Tangerang telah menurunkan tiga unit alat berat di beberapa titik lokasi.

“Ada tiga alat berat besar yang kami kerahkan. Saat ini alat-alat tersebut bekerja di Kali Wetan, Perumahan Duren Village, dan di Bendungan Polor,” ungkap Sachrudin. Melalui upaya normalisasi ini, pemerintah berharap dapat mengurangi risiko banjir di wilayah aliran Kali Angke dan sekitarnya.

“Harapannya, kita bisa meminimalisir banjir di daerah aliran Kali Angke agar masyarakat tidak selalu terdampak setiap musim hujan. Ini bukti kehadiran pemerintah dalam mengatasi persoalan masyarakat,” ungkapnya.

Dalam tinjauan tersebut, Sachrudin turut didampingi camat serta perwakilan RT/RW setempat. Ia juga menyampaikan pesan kepada warga yang tinggal di bantaran sungai seperti Kali Angke, Cisadane, dan aliran lainnya untuk terus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Saya mengajak masyarakat untuk menjaga penataan lingkungan dan kebersihan. Pendangkalan sungai, irigasi, serta saluran air sering terjadi karena sampah yang menyumbat. Jadi mari kita jaga lingkungan bersama-sama, jangan membuang sampah di sungai,” ujarnya. Keberhasilan penanganan banjir, tegas Sachrudin, tidak hanya bergantung pada pemerintah semata, melainkan juga dukungan aktif seluruh masyarakat. (adv)

Pos terkait