TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Upah mencekik jadi alasan tiga pabrik padat karya memilih pindah lokasi ke luar Kabupaten Tangerang. Produsen sepatu harus relokasi pabrik baru ke daerah dengan upah minimum kabupaten kota (UMK) yang rendah.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Tangerang Herry Rumawatine mengatakan, faktor relokasi pabrik sepatu Adidas dan Nike salah satunya terkait upah.
“Di Kabupaten Tangerang sudah Rp5 juta lebih per bulan, di Sumedang saja Rp3,7 juta per bulan, sama-sama produsen sepatu Nike. Tentu mereka lebih memilih relokasi pabrik karena beban operasional yakni upah besar dan bisa berpengaruh besar ke persiangan produk di pasar,” katanya kepada bantenekspres.co.id, Rabu, 5 November 2025.
Data yang dikumpulkan bantenekspres.co.id, didapat PT Tah Sung Hung sudah 100 persen pindah ke Brebes dari Kabupaten Tangerang. Hal serupa dilakukan PT Long Rich Indonesia yang sudah 100 persen pindah pabrik ke Cirebon dari Kabupaten Tangerang.
“Perusahaan padat karya seperti produsen Nike hingga Adidas itu berpengaruh sekali mereka terhadap beban operasional. Tentu banyak bukan cuman upah saja, tapi kan UMK Tangerang dengan Cirebon dan Brebes saja beda jauh. Tangerang Rp5 juta, Brebes dan Cirebon cuman Rp2 jutaan,” jelasnya.
Sementara, pabrik sepatu Nike, PT Victory Cing Luh di Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, merelokasi pabrik secara bertahap ke Pekalongan – Batang. “Iya secara bertahap pindah, karena kan kalau relokasi pabrik itu tidak bisa langsung,” kata Herry.
Sementara, Kepala Bidang Hubungan Industrial pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang Hendra mengungkapkan, sosialisasi PHK PT Victory Cing Luh pada tanggal 10 Oktober 2025, proses pemberian surat pemberitahuan PHK tanggal 14 hingg 16 Oktober 2025, prosea penandatanganan surat PHK tanggal 27-30 Oktober 2025. “Kabar yang berkembang awal 2.804 buruh. Setelah ada upaya dari Disnaker menjadi 2.200 buruh yang di PHK,” jelasnya.(*)










