TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan melakukan pemetaan terhadap seluruh perlintasan sebidang guna meningkatkan aspek keselamatan lalu lintas.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Dishub untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Langkah tersebut bertujuan mengidentifikasi perlintasan mana saja yang masih memerlukan penanganan.
“Nanti dicek ke lapangan dan dipetakan, mana saja yang belum tertangani. Ini perlu kita antisipasi. Setelah itu akan kita tindak lanjuti sesuai kebutuhan di wilayah Kabupaten Tangerang,” ujar Maesyal kepada Banten Ekspres, Kamis, 30 April 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Jaenudin, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah daerah baru mengelola sebagian kecil dari total perlintasan sebidang yang ada.
“Dari total 28 perlintasan sebidang di wilayah Kabupaten Tangerang, pemerintah daerah baru mengelola sekitar 7,14 persen atau sebanyak dua perlintasan,” jelasnya.
Ia merinci, dari total tersebut, sebanyak 15 perlintasan sudah dijaga oleh berbagai pihak. Satu perlintasan dijaga oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), dua perlintasan oleh Dishub Kabupaten Tangerang, satu perlintasan oleh Dishub Provinsi Banten, serta 11 perlintasan lainnya dijaga secara swadaya oleh masyarakat tanpa fasilitas palang pintu.
Menurut Jaenudin, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya sejumlah persoalan krusial di lapangan, di antaranya keterbatasan petugas penjaga, minimnya fasilitas keselamatan seperti rambu, marka, pintu perlintasan, dan penerangan jalan, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan di perlintasan kereta api.
Selain itu, tingginya biaya pembangunan pos penjagaan sesuai standar teknis kementerian juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
Ia menambahkan, terdapat fakta bahwa 11 perlintasan sebidang dijaga secara swadaya oleh warga tanpa dukungan resmi, seperti surat tugas, seragam, maupun jaminan keselamatan kerja.
“Kondisi ini menunjukkan adanya kekosongan peran yang terpaksa diisi oleh masyarakat. Mereka rela berjaga di tengah panas maupun hujan demi keselamatan pengguna jalan,” ujarnya. (*)
Reporter: Dani Mukarom










