TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Anggota DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa menyoroti kasus siswa SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak, yang ditampar Kepala sekolahnya. Siswa kelas XII bernama Indra Lutfiana ditampar Dini Fitria lantaran kedapatan merokok di lingkungan sekolah pada Jumat, 10 Oktober 2025 lalu.
Yeremia menegaskan, pihaknya mendukung tindakan kepala sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga, Lebak. Sikap Kepsek tersebut merupakan bentuk kedisiplinan sesuai aturan yang diterapkan sekolah kepada siswanya.
“Kalau memang siswanya bermasalah dan tindakan kepsek masih dalam batas kewajaran saya kira wajar saja, saya mendukung itu tindakan kepada siswa yang bermasalah,” ungkap Yeremia dalam keterangannya, Rabu, 15 Oktober 2025.
Yeremia menyampaikan, bahwa siswa ketika di lingkungan sekolah bukan hanya menjalankan proses belajar mengajar (KBM), namun siswa juga diajarkan tentang etika, tata Krama serta kedisiplinan sesuai aturan yang diterapkan sekolah.
Seorang guru mendidik siswanya supaya masa depan anak-anak bukan hanya mendapati ilmu pengetahuan dari sekolah, namun kewajiban guru di sekolah juga mendidik generasi bangsa yang memiliki moral dan berupaya menjadikan anak didik berkarakter.
“Kita sangat menaruh harapan kepada bapak/ibu guru supaya anak-anak didiknya bukan saja menyerap ilmu pengetahuan, akan tetapi anak-anak memiliki moral yang baik, budi pekertinya bagus, berdisiplin agar mereka kedepannya punya karakter,” ujar Yeremia, anggota dewan dari daerah pemilihan Banten 8 meliputi wilayah Kota Tangerang bagian timur.
Menurut dia, peristiwa pendisiplinan siswa yang berujung pada aksi mogok sekolah dan penonaktifan kepala sekolah dapat berakibat pada traumanya para guru dalam memberikan pendidikan etika kepada siswanya.
Oleh karenanya, kejadian di SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak tersebut jangan sampai para guru takut menegakkan aturan kedisiplinan para siswanya.
“Saya sangat mendukung penegakan disiplin disekolah, apalagi kasus merokok diusia sekolah, harus betul dilarang,” tegas Yeremia politisi PDI-Perjuangan.
“Kebiasaan merokok, apalagi di kalangan pelajar, selain merusak kesehatan diri dan orang lain juga merongrong penghasilan orang tua yang dihabiskan buat rokok,” sambungnya.
Peran orang tua seharusnya mendukung penegakan disiplin para siswa di lingkungan sekolah. Bahkan, peran orang tua sangat dominan dalam membentuk karakter anak agar memiliki kedisiplinan dan beretika.
“Seharusnya orangtua bersama guru bekerja sama dalam mendidik anak atau siswa, bukan membela anaknya yang salah, padahal sikap guru masih dibatas kewajaran dalam penerapan disiplin,” ungkapnya.
Namun demikian, seharusnya pihak sekolah juga melakukan komunikasi dengan orang tua siswa ketika adanya siswa melakukan pelanggaran di lingkungan sekolah.
Dia berharap, semua pihak mengedepankan musyawarah dalam mengambil keputusan. Terlebih, penegakan aturan kedisiplinan sekolah harus tetap diberlakukan sesuai standar aturan yang berlaku.
“Diharapkan adanya kerjasama antara orang tua siswa dengan pihak sekolah dalam penerapan aturan kedisiplinan dan ini perlu ditingkatkan sesuai dengan aturan dalam mendidik para siswa,” pungkasnya.(*)











