KOTA TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID–Pertumbuhan ekonomi Januari hingga Juni 2025 Kota Tangerang tumbuh positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) laju pertumbuhan ekonomi pada pertengahan tahun ini mencapai 5,20 persen.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti menuturkan pada triwulan II ini berusaha untuk memenuhi target laju pertumbuhan ekonomi sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang 2025-2029.
Berdasarkan data Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Triwulan II 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,20 persen atau meningkat 1,6 persen. Sekaligus dilengkapi dengan penurunan angka kemiskinan sebesar 0,24 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Di tengah ekonomi global yang melambat, Pemkot Tangerang justru berhasil meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi yang solid bahkan di atas lima persen. Hal ini menjadi bukti keberhasilan dari berbagai program strategis di Kota Tangerang,” kata ujar Yeti, Selasa (7/10/25).
Ia melanjutkan, laju pertumbuhan ekonomi didukung oleh peningkatan produktivitas sektor ekonomi tersier sebesar 62,61 persen. Tersier terdiri dari perdagangan, transportasi pergudangan, penyediaan akomodasi, makan, dan minum, informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi, real estate, dan jasa lainnya.
Disusul sektor sekunder 35,88 persen. Yakni industri dan pengolahan, pengadaan listrik, air, dan gas, pengolahan sampah, pengolahan limbah dan daur ulang, serta konstruksi) serta sektor ekonomi primer sebesar 1,51 persen (pertanian, pertambahan, dan penggalian).
“Sejalan dengan itu, laju pertumbuhan ekonomi pada pertengahan tahun ini juga berkontribusi meningkatkan modal tambahan bruto investasi sebesar 35,09 persen serta net ekspor sebesar 5,98 persen,” tambahnya.
Selain itu, Pemkot Tangerang berkomitmen merealisasikan berbagai program strategis lintas sektoral untuk mendukung laju pertumbuhan ekonomi dapat terus berlanjutan secara konsisten.
Kepala Bappeda Kota Tangerang Yeti Rohaeti memaparkan kondisi kemiskinan. Tahun mencatatkan angka terendah dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data BPS Kota Tangerang menunjukkan, angka kemiskinan di Kota Tangerang terus mengalami penurunan dari 5,93 persen (2021), 5,77 persen (2022), 5,89 persen (2023), 5,43 persen (2024), sampai 5,19 persen pada tahun 2025.
“Pemkot Tangerang kembali berhasil mencapai target penurunan angka kemiskinan sebesar 0,24 persen atau 4,15 ribu jiwa dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penurunan angka kemiskinan ini menjadi bukti bahwa seluruh program pembangunan di Kota Tangerang telah berjalan efektif dan tepat sasaran,” paparnya.
Di sisi lain, Pemkot Tangerang juga berhasil meningkatkan garis kemiskinan sebesar 6,04 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menjadikan Kota Tangerang merupakan daerah dengan garis kemiskinan tertinggi kedua di Provinsi Banten setelah Kota Tangerang Selatan dengan angka pendapatan per kapita sebesar Rp838.535 per bulan.
“Angka kemiskinan Kota Tangerang juga relatif lebih baik dibandingkan dengan kabupaten atau kota lainnya di Provinsi Banten. Meski begitu, Pemkot Tangerang akan berupaya meningkatkan kinerja pembangunan untuk menurunkan angka kemiskinan secara lebih maksimal,” tambahnya.
Sejalan dengan itu, Pemkot Tangerang akan terus meningkatkan sinergi lintas sektor untuk bersama-sama mendukung sejumlah program pembangunan strategis yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di Kota Tangerang. (adv)










