CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Realisasi pendapatan pajak daerah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) hingga pertengahan Mei 2026 menunjukkan capaian positif. Hingga 11 Mei 2026, penerimaan pajak daerah tercatat telah mencapai Rp1,102 triliun dari target Rp2,738 triliun pada tahun anggaran berjalan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangsel, Eki Herdiana mengatakan, capaian tersebut masih berpotensi meningkat seiring aktivitas ekonomi masyarakat yang terus bergerak. Bahkan, tren olahraga padel yang kini marak di masyarakat ikut memberi kontribusi terhadap penerimaan daerah.
“Target pajak daerah pada anggaran murni sebesar Rp2,738 triliun. Untuk target murni 2025 itu Rp2,548 triliun dan nanti pada perubahan akan diperbarui lagi, kemungkinan bertambah,” ujar mantan kepala Bappelitbangda, Rabu 13 Mei 2026
Dari sejumlah mata pajak, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi mencapai Rp309 miliar. Disusul Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar Rp247 miliar serta pajak restoran atau makan-minum Rp194 miliar.
“Lalu pajak atas jasa kesenian dan hiburan telah mencapai Rp21 miliar, pajak hotel Rp19 miliar dan pajak parkir Rp7 miliar,” paparnya.
Eki menilai, meningkatnya aktivitas masyarakat di Tangsel ikut memengaruhi pertumbuhan sejumlah sektor pajak, terutama restoran dan hotel. Ia menduga kebijakan work from home (WFH) di DKI Jakarta ikut berdampak pada meningkatnya aktivitas warga di wilayah penyangga seperti Tangsel.
“Bisa saja ada pengaruh penerapan WFH di DKI. Jadi masyarakat mungkin lebih banyak beraktivitas atau makan di sekitar sini. Makanya pajak restoran dan hotel angkanya lumayan bertambah,” ungkapnya.
Selain itu, menurutnya tren olahraga yang kini berkembang di tengah masyarakat juga memberi andil terhadap kenaikan penerimaan pajak daerah.
“Betul, termasuk olahraga juga masuk ke pajak hiburan. Angkanya sekarang sudah Rp21 miliar dan saya lihat cukup bagus dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.
Ia memaparkan, realisasi pajak hiburan pada triwulan I tahun lalu tercatat Rp13,9 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun ini mencapai Rp14 miliar. Sementara pada triwulan II tahun lalu sebesar Rp14 miliar, sedangkan tahun ini baru berjalan sekitar satu setengah bulan sudah menyentuh Rp7,6 miliar.
“Kalau saya melihat memang bagus ya, dibanding tahun sebelumnya juga mengalami kenaikan,” tandasnya. (*)










