TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pengurus Kota Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Tangerang mulai menerapkan asesmen psikotes bagi atlet basket yang dipersiapkan menuju Porprov Banten 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengukur kesiapan mental atlet selain kemampuan fisik dan teknik.
Ketua Umum Pengkot Perbasi Kota Tangerang periode 2026–2030, Andri Septiawan Permana mengatakan, penerapan psikotes menjadi salah satu penyesuaian dalam sistem pembinaan atlet mengikuti perkembangan ilmu olahraga modern.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam podcast NGOREK Tangerang Ekspres yang tayang pada 12 Mei 2026.
“Berbicara sport education hari ini sudah berbeda, berbicara ilmu olahraganya juga berbeda. Ada beberapa hal baru yang akhirnya kami tambahkan, termasuk asesmen psikotes untuk para atlet agar kami bisa mengukur anak-anak ini dalam hal psikologi dan mentalnya,” ujar Andri.
Menurutnya, proses persiapan tim basket Kota Tangerang menuju Porprov sudah memasuki beberapa tahapan seleksi. Dari daftar awal atau longlist sebanyak 40 atlet putra dan 37 atlet putri, kini tersisa masing-masing 17 pemain. Sementara untuk nomor 3×3 telah mengerucut menjadi delapan atlet putra dan delapan atlet putri.
Ia menjelaskan, persiapan menuju Porprov dilakukan cukup panjang. Perbasi Kota Tangerang bahkan telah menggelar dua kali parents meeting bersama orang tua atlet sebagai bagian dari pembinaan dan komunikasi tim.
Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) Provinsi Banten dalam pelaksanaan psikotes atlet.
“Kami kemarin sudah asesmen dengan Himpunan Psikolog Provinsi Banten. Terima kasih kepada Bung Alex, Ketua Himpunan Psikolog Indonesia Provinsi Banten yang sudah bekerja sama dengan Perbasi Kota Tangerang mengadakan psikotes,” katanya.
Andri menilai, kesiapan mental menjadi variabel penting dalam menentukan kualitas permainan tim di lapangan.
“Jadi tidak hanya berbicara kesiapan secara fisik dan teknik, tapi ada mental aspect dan psychological aspect yang juga menjadi bagian dari variabel yang menentukan arah tim ini akan ke mana,” jelasnya.
Meski tahapan persiapan dilakukan hampir serupa dengan edisi Porprov sebelumnya, Perbasi Kota Tangerang melakukan sejumlah penyesuaian mengikuti perkembangan sport science dan pendidikan olahraga saat ini.
Saat ditanya mengenai peluang kejutan dari tim basket Kota Tangerang pada Porprov Banten tahun ini, Andri menegaskan pihaknya akan terus berupaya memberikan hasil terbaik.
“Kita selalu berupaya melakukan hal yang terbaik karena yang dilakukan oleh Perbasi Kota Tangerang ujung pangkalnya akan bermuara kepada suksesi untuk kita mewakili Provinsi Banten dalam perhelatan Pra-PON dan PON ke depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan yang dilakukan Perbasi Kota Tangerang bukan hanya untuk kepentingan prestasi daerah semata, melainkan sebagai bentuk kontribusi terhadap perkembangan basket Provinsi Banten.
“Yang dilakukan sama Perbasi Kota Tangerang ini tidak serta-merta menjadi ego kami di daerah, tapi ini adalah wujud kami memberikan persembahan yang terbaik untuk Provinsi Banten,” pungkasnya. (*)










