LARANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Kereo 7 kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat melalui kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) bekerja sama dengan Puskesmas Cipadu.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin-Selasa, 11–12 Mei 2026 ini menjadi bagian dari dukungan sekolah terhadap program pemerintah mengenai pemeriksaan kesehatan gratis yang telah dimulai sejak Juli 2025 lalu.
Pelaksanaan PKG tahun ini merupakan kali kedua digelar di lingkungan sekolah. Ratusan siswa mengikuti berbagai pemeriksaan kesehatan mulai dari pengecekan kondisi tubuh, kesehatan gigi, pemeriksaan mata, hingga pengukuran tinggi dan berat badan guna memantau tumbuh kembang anak.
Kepala Sekolah SDN Kereo 7, Nursiah, mengatakan kegiatan ini memiliki tujuan besar untuk memastikan para siswa berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima sehingga mampu mengikuti proses pembelajaran dengan optimal.
“Program ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah sekaligus upaya sekolah dalam menjaga kesehatan peserta didik. Ini adalah kali kedua kami bekerja sama dengan Puskesmas Cipadu untuk mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa,” ujar Nursiah, 13 Mei 2026.
Menurutnya, kesehatan anak sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar di sekolah. Gangguan kesehatan seperti mata minus, sakit gigi, maupun kondisi tubuh yang kurang fit dapat menurunkan konsentrasi serta semangat belajar siswa di kelas.
“Anak-anak yang sehat tentu akan lebih fokus belajar dan lebih bersemangat mengikuti pelajaran. Karena itu, pemeriksaan kesehatan seperti ini penting dilakukan agar gangguan kesehatan dapat diketahui lebih dini,” katanya.
Selain mendukung prestasi belajar siswa, kegiatan PKG juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Para siswa diberikan pemahaman tentang menjaga kebersihan tubuh, pola makan sehat, serta pentingnya menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan nyaman.
Dikatakan Nursiah, kegiatan ini menjadi bagian dari optimalisasi program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Melalui kerja sama dengan pihak puskesmas, sekolah berharap keberadaan UKS dapat semakin aktif dalam mendukung kesehatan siswa secara menyeluruh.
Dalam kegiatan itu, pemantauan status gizi siswa turut menjadi perhatian utama. Pengukuran berat badan dan tinggi badan dilakukan guna membantu sekolah dan orang tua mengetahui kondisi tumbuh kembang anak serta mencegah masalah gizi maupun stunting sejak dini.
Nursiah juga menegaskan, pendidikan yang baik harus berjalan seiring dengan kesehatan yang baik pula. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk membantu membangun generasi yang sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan.
“Intinya, kami ingin menciptakan ekosistem yang sehat agar anak-anak dapat tumbuh kuat dan belajar dengan semangat serta nyaman. Jika kesehatan mereka terjaga, maka proses belajar juga akan berjalan lebih optimal,” tuturnya.
Ke depan, melalui kegiatan PKG ini, pihak sekolah berharap tercipta sinergi yang semakin erat antara sekolah, orang tua, dan pihak puskesmas dalam memantau kesehatan anak secara berkelanjutan.
Dengan demikian, budaya hidup sehat dapat tumbuh sejak dini dan menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul di masa mendatang. (*)










