LEBAK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mencatar kasus penyakit tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Lebak, Banten mencapai 4.603 orang. 74 orang dilaporkan meninggal dunia.
Plt Kepala Dinkes Lebak, Endang Komarudin mengatakan, guna mencegah penyebaran lebih luas, pemerintah daerah mencoba memperkuat pengawasan dan program pengobatan, terutama di wilayah dengan kasus TBC tertinggi.
“Dari laporan yang masuk, kecamatan Cibeber menjadi wilayah dengan temuan kasus tertinggi,” kata Endang, kepada wartawan, di Rangkasbitung, Selasa 7 Oktober 2025.
Selaian itu, kata Endang, pihaknya akan mengintensifkan program Deklarasi Desa Siaga Aktif TBC. Program tersebut melibatkan perangkat desa, kader kesehatan, serta masyarakat dalam memantau dan memastikan penderita TBC menjalani pengobatan hingga tuntas.
“Ada sekitar 111 desa dan satu kelurahan yang sudah deklarasi Karena itu, kami dorong keterlibatan desa dan keluarga agar pasien tidak berhenti minum obat di tengah jalan,” paparnya.
Tidak hanya berupaya menurunkan angka kasus, pemerintah daerah sesuai target nasional terus berikhtiar mengupayakan eliminasi TBC pada tahun 2030.
“Yang terpenting bukan sekadar turun atau naiknya angka, tapi bagaimana upaya kita mengeliminasi TB sepenuhnya pada 2030,” tuturnya.(*)










