TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Investasi Banten capai Rp 60 tiliun rupiah. Realisasi investasi ini masuk ke Banten para triwulan II 2025.
Gubernur Banten Andra Soni menyebut bahwa capaian realisasi ini sudah menembus angka 60 persen dari target. Pemprov Banten menargetkan investasi 2025 sebesar Rp 119 triliun.
Andra mengatakan, investasi Banten yang mencapai Rp 60 tiliun rupiah ini sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi. Dalam periode yang sama Banten mencatatkan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) 5,33 persen.
“LPE Provinsi Banten tumbuh dengan baik dan realisasi investasi Banten juga tumbuh dengan baik,” kata Gubernur Andra Soni, di Pasar Kemis, Tangerang, Kamis 19 September 2025.
Andra menjelaskan, capaian investasi Banten 2025 ini bukan cuma hasil kerja Pemprov Banten. Melainkan juga peran swasta dan pengusaha dalam menjaga ekosistem ekonomi di Banten.
Andra menilai, keberadaan swasta di Banten sangat menopang pembangunan Banten. Karena, pengusaha menjadi salah satu penunjang keberhasilan program pembangunan di daerah.
“Keberadaan swasta ini sangat berperan dalam pembangunan khususnya dalam menunjang investasi,” ujarnya.
Andra Soni Minta Dukungan Pengusaha
Keberadaan pengusaha di sebuah daerah menjadi pendukung program pembangunan. Target yang dicanangkan kepala daerah bisa berjalan maksimal dengan peran serta pihak swasta.
Oleh karena itu, Gubernur Banten Andra Soni meminta saran dan masukan dari wasta. Termasuk juga koreksi dari para pelaku usaha sebagai pelaku nyata di lapangan.
Sebelumnya, dalam acara CEO Gathering Apindo Banten, Andra memaparkan capaian ini. Serta, menegaskan pentingnya dukungan ari swasta tergadap pembangunan Banten.
Apindo Siap Kolaborasi
Dalam dialog CEO Gathering Apindo Banten di Paragon Technology and Innovation, Jatake, Tangerang, Apindo menyampaikan siap berkolaborasi dengan Pemprov Banten. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ingin duduk bersama Pemprov Banten untuk mencari solusi persoalan iklim usaha di Banten.
Ketua Bidang Perdagangan DPP Apindo Anne Patricia Sutanto mengatakan, dialog ini menjadi ajang solusi bersama atas tantangan yang dihadapi. Menurutnya, pemerintah dan dunia harus berjalan beriringan.
Makanya, dialog itu mengusung tema Berkolaborasi dalam Menghadapi Kendala dan Tantangan Dunia Usaha di Provinsi Banten.
Anne menyebut sekitar 44,56 persen dunia usaha tidak melakukan ekspansi pada lima tahun mendatang. Sehingga, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) nasional pada kuartal II tahun 2025 yang mencapai 5,12 persen melebihi ekspektasi.
“Tidak hanya angka, pertumbuhan ekonomi juga harus terdistribusi,” katanya.
Potensi Investasi Banten
Provinsi Banten memiliki sumber daya cukup. Jumlah penduduk Provinsi Banten masuk dalam lima besar nasional. Sekitar 80 persen produk domestik regional bruto dari sektor industri pengolahan.
Provinsi Banten juga berkontribusi terhadap ekspor non-migas delapan nasional. Di Provinsi Banten ada 17 kawasan industri besar dan backlog kepemilikan rumah mencapai 12,7 juta.
“Provinsi Banten juga memiliki potensi di sektor pariwisata. Serta 6,2 juta penduduk Provinsi Banten merupakan angkatan kerja,” tuturnya.
Anne mengungkapkan, Provinsi Banten memiliki tantangan terhadap harga gas industri, harga listrik, hingga biaya logistik yang mempengaruhi daya saing usaha.
“Serta perlunya pemangkasan prosedur dan biaya perizinan,” ungkapnya.
Sementara, Ketua DPD Apindo Provinsi Banten Tomi Rahmatullah mengatakan, acara itu menjadi kesempatan berharga dalam mencari solusi bersama atas tantangan yang dihadapi.
“Tantangan Provinsi Banten dalam daya saing usaha adalah infrastruktur jalan, pasokan dan harga gas industri, perijinan, serta daya saing tenaga kerja,” paparnya. (*)











