SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Kementerian Ketenagakerjaan RI memiliki banyak program yang akan digelar di Banten.
Beberapa program tersebut yakni pelatihan berbasis proyek (project-based learning), agroforestry, program pemagangan ke Jepang, serta kerja sama penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan beberapa perusahaan luar negeri, termasuk di Korea Selatan.
Hal itu diungkapkan Kepala BBPVP Serang, Adi Nugroho usai berkunjung ke Gubernur Banten Andra Soni, di kantor Gubernur Banten Lama, Kota Serang, Rabu 27 Agustus 2025.
“Kami banyak program pelatihan untuk masyarakat yang nantinya akan digelar,” katanya.
Tak hanya itu, ia juga memaparkan rencana pendirian Sekolah Rakyat (SR) yang di gagas oleh Kementerian Sosial (Kemensos) yang ditargetkan mulai beroperasi di kawasan BBPVP Serang pertengahan September 2025.
Sekolah yang mencakup empat rombongan belajar (rombel) itu terdiri atas dua rombel SD dan dua rombel SMP.
“Kami terus melakukan koordinasi ke semua pihak. Progres pembangunan dan kesiapannya sudah mencapai 90–95 persen,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni terus berkomitmen untuk memperluas kesempatan pelatihan vokasi bagi masyarakat Banten, sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Andra Soni menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan BBPVP Serang agar pelatihan yang diberikan dapat lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Saya merasa sangat terhormat dengan kunjungan sekaligus perkenalan Kepala Balai yang baru. Kami memang sangat memerlukan kerja sama dan kolaborasi, terutama dalam memaksimalkan potensi masyarakat Banten. Salah satunya melalui pelatihan vokasi dan pendidikan vokasi,” katanya.
Lebih lanjut, Andra juga menugaskan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Banten untuk memperkuat koordinasi dengan BBPVP, sekaligus melibatkan Dinas Pendidikan agar siswa SMK dapat memperoleh pengalaman magang yang terstruktur hingga memperoleh sertifikasi resmi.
“Supaya magangnya lebih terarah dan bisa sampai sertifikasi. Dengan begitu, anak-anak kita tidak hanya belajar, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja. Kami sepakat untuk saling mendukung agar hasilnya benar-benar bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat Banten,” paparnya. (*)












