Sambut Hari Sumpah Pemuda, Disparpora Kota Serang Ajak Pemuda Kampung Bersatu

Kepala Disparpora Kota Serang Ahmad Nuri

 

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang menyiapkan apel kebangsaan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026. Kegiatan ini akan melibatkan organisasi kepemudaan (OKP), aktivis mahasiswa, hingga tokoh pemuda dari berbagai kampung di Kota Serang.

Bacaan Lainnya

Kepala Disparpora Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan pemuda dari berbagai latar belakang sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah.

Menurutnya, peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dengan kegiatan seremonial. Pemuda perlu mendapat ruang untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi, dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Pembangunan kepemudaan harus menggunakan pendekatan partisipatif. Pemerintah daerah perlu membuka ruang dialog agar pemuda dari berbagai latar belakang dapat menyampaikan aspirasi, mengidentifikasi persoalan di lingkungannya, dan terlibat dalam merumuskan solusi,” ujar Nuri, Kamis (15/8).

Ia menjelaskan, pelibatan pemuda kampung menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Sebab, potensi generasi muda tidak hanya tumbuh melalui organisasi formal, tetapi juga melalui berbagai komunitas di lingkungan masyarakat.

Pemuda diharapkan dapat mengambil peran dalam kegiatan sosial, pengembangan ekonomi kreatif, pelestarian budaya lokal, hingga menjaga kerukunan masyarakat.

Rencana tersebut mendapat respons positif dari tokoh pemuda Provinsi Banten, Odih Hasan. Ia menilai, pelibatan OKP, aktivis mahasiswa, dan tokoh pemuda kampung dapat memperluas ruang pertemuan sekaligus memperkuat persatuan generasi muda.

“Saya menilai gagasan Pak Kadis Ahmad Nuri sangat brilian. Beliau tidak hanya melihat Hari Sumpah Pemuda sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk menyatukan kembali energi, gagasan, dan gerakan pemuda Kota Serang,” kata Odih.

Menurutnya, perbedaan latar belakang, organisasi, suku, agama, dan budaya tidak boleh menjadi penghalang bagi pemuda untuk bekerja sama membangun daerah.

Odih berharap, kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan apel, tetapi dilanjutkan dengan program kolaboratif yang melibatkan pemuda secara berkelanjutan.

“Pemuda boleh berbeda identitas, komunitas, maupun pandangan, tetapi tetap memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga persatuan dan membangun Kota Serang,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah membuka ruang komunikasi dan kerja sama agar potensi pemuda di berbagai bidang dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

 

Pos terkait