Korban Ledakan Pasar Cimanggis, Riko Eka Putra, Dimakamkan Hari Ini

Bendera kuning dipasang di dekat rumah Riko Eka Putra, korban ledakan di ruko Pasar Cimanggis, Ciputat. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

 

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Riko Eka Putra, salah satu korban meninggal dunia akibat ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang, akan dimakamkan di TPU Sari Mulya di Kecamatan Setu, Kamis, 15 Oktober 2026 siang.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Kecamatan Pamulang yang juga Plt. Lurah Pamulang Timur Ade Heri Sutiawan mengatakan, jenazah Riko telah diantar ke rumah duka di Jalan Vinus Gang D Raya, RT 1/20 Pamulang Timur, Kecamatan Panulang pada Kamis, 15 Oktober 2026 dini hari.

Rencananya, jenazah diberangkatkan menuju pemakaman sekitar pukul 10.00 WIB. “Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Riko merupakan pekerja yang berjualan jamu di kawasan Pasar Cimanggis. Ia bukan pemilik usaha tersebut,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Kamis, 15 Oktober 2026.

Riko diketahui merupakan warga pendatang yang telah lama tinggal di kawasan tersebut dengan status mengontrak. Ia belum berkeluarga dan tinggal bersama orang tuanya.

Selain Riko, terdapat warga Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Muhdiyawati yang turut menjadi korban dalam peristiwa ledakan tersebut. “Korban saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Sari Asih,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban tersebut mengalami luka yang tidak terlalu parah. “Saat kejadian, Muhdiyawati sedang berbelanja di pasar untuk keperluan berjualan dan diduga terkena serpihan akibat ledakan,” jelasnya.

Sementara itu, tetangga Riko Eka Putra bernama Yunasri mengatakan, almarhum tinggal bersama orangtuanya. “Almarhum ini tinggal di rumah kontrakan sama orangtuanya, dia anak kelima dari 6 bersaudara,” ujarnya.

“Keluarnya berasal dari Medan dan sudah tinggal di Pamulang Timur hampir 5 tahun,” tambahnya.

Sebelumnya, ledakan dahsyat terjadi di sebuah ruko dua lantai yang digunakan sebagai gudang penyimpanan buah di kawasan Pasar Cimanggis, Rabu, 14 Oktober 20226 sekitar pukul 18.15 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka. Sedikitnya empat blok ruko dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan.

Kepolisian masih menyelidiki penyebab kejadian tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal bersama tim penjinak bom, polisi menyatakan ledakan itu bukan disebabkan bom.

Petugas juga menemukan tabung etilen berkapasitas 52 kilogram serta tumpukan pisang mentah di lokasi kejadian. Namun, penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. (*)

 

Pos terkait