TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja meminta penggalian bukti sejarah Kabupaten Tangerang di Kota Leiden, Belanda.
Soma meminta adanya penggalian bukti otentik dari arsip tentang sejarah lengkap dan detail Kabupaten Tangerang. Ia menyatakan, arsip merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah.
“Arsip Kecamatan Balaraja pada era kolonial itu masih ada. Masih tersimpan rapih oleh komunitas Balaraja. Saya minta Ibu Nurul (Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang) dan tim berangkat ke Belanda,” jelasnya, Selasa, 26 Agustus 2025.
Kata Soma, arsip soal sejarah Kabupaten Tangerang masih lengkap dan tersimpan rapih di Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda. Menurutnya, penggalian sejarah penting sebab hari lahir Kabupaten Tangerang sudah diubah dari 27 Desember 1943 ke 13 Oktober tahun 1632.
“Bagaimana dulu zamannya Pa Benyamin Davnie jadi kabag humas dan Bupatinya Pak Tadjus Sobirin memuat sejarah tentang hari jadi Kabupaten Tangerang. Yang jatuh 27 Desember 1943. Itu awal sejarah Tangerang berdiri dan itu diilustrasikan dalam logo ini. 27 itu ada di padi dan Desember di kapasnya, 1943 nya di bata, birunya laut dan seterusnya,” jelasnya.
Soma meminta, tim penggalian arsip harus ada yang bisa berbahasa Belanda. Ia menuturkan, mengenal salah satu pegawai pemerintah daerah yang bisa berbahasa Belanda.
“Saya minta ibu kadis berangkat ke belanda tepatnya ke Kota Leiden. Ibu bikin tim, ajak pegawai yang bisa berbahasa Belanda, ada saya kenal nanti saya kasih tahu. Bikin tim ke sana, gali arsip kita setuntas-tuntasnya tentang Tangerang dan Banten. Kita harus tuntaskan sejarah kita,” katanya.
“Ibu kadis, bu Nurul, buat tim langsung penggalian ke sumbernya engga usah lama-lama cukup 6 bulan. Mohon izin sejarah ini harus digali, yang belum tuntas tolong dituntaskan. Nanti dimuat hasil penelitiannya, kenapa sejarah ulang tahun diubah menjadi Kabupaten Tangerang jadi 13 Oktober dari 27 Desember,” imbuhnya.(*)
Reporter: Asep Sunaryo











