TELUKNAGA,BANTENEKSRES.CO.ID – Adanya wahana kemedi puter dan bazar yang ada di alun-alun Teluknaga, Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga, di protes dan di tolak oleh seluruh element masyarakat Teluknaga.
Penolakan Tersebut, karena mengganggu aktivitas kegiatan belajar mengajar siswa dan juga kegiatan masyarakat yang menggunakan tempat tersebut untuk kegiatan olahraga dan kegiatan lainnya. Maka itu, adanya kemidi puter di tolak keras oleh masyarakat Teluknaga.
Ketua Lembaga Pemberdayaan masyarakat (LPM) Desa Kampung Melayu Timur Drs. Moh. Jalaluddin mengatakan, bahwa pihaknya menolak keras adanya Kimidi puter dan bazar kerucut yang ada di alun-alun Teluknaga, hal tersebut karena mengganggu aktivitas masyarakat dan juga menggangu kegiatan belajar mengajar siswa karena di situ banyak sekolah.
“Saya menolak keras adanya Kemidi puter yang ada di alun-alun, adanya kegiatan tersebut membuat kegiatan masyarakat jadi terganggu. Padahal, alun-alun tersebut ada buat masyarakat dan bukan buat adanya kimidi puter,”ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Jumat 22 Agustus 2025.
Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Teluknaga Hadi Mulyadi menjelaskan, pihaknya sepakat adanya penolakan kemidi puter atau bazar di alun-alun Teluknaga, apalagi di sekitar alun-alun ada banyak sekolah dan bisa menggangu kegiatan belajar mengajar siswa dan siswa tidak konsentrasi.
“Pada prinsipnya, saya tidak melarang orang melakukan usaha. Tetapi, harus melihat situasi dan kondisi. Di situ banyak sekolah, artinya mengganngu kegiatan sekolah dan tempat tersebut harusnya di pakai untuk kegiatan pendidikan dan kegiatan masyarakat lainnya,”paparnya.
Ia menambahkan, apalagi alun-alun sering di pakai sekolah di Kecamatan Teluknaga untuk kegiatan pendidikan. Dengan adanya Kimidi puter di alun-alun sangat mengganggu aktivitas pendidikan yang harusnya menggunakan alun-alun sebagai tempat berkegiatan masyarakat.
“Kami harap, pelaku usaha Kemidi puter bisa memikirkan dampaknya di lokasi tersebut, jangan demi keuntungan tetapi mengorbankan masyarakat san sekolah yang membutuhkan tempat tersebut,”tutupnya. (*)










