Tugu Batas Banten – Jawa Barat di Cibareno Tidak Terawat

Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Cibareno - Pelabuhan Ratu, Sabtu 9 Agustus 2025. Di lokasi ini tugu batas wilayah Banten - Jawa Barat kurang terawat. Foto: Miladi Ahmad/ BantenEkspres.co.id

CISOLOK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Tugu batas wilayah Banten – Jawa Barat di Cibareno, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Lebak, kondisinya tidak terawat.

Pada tugu bercat warna putih yang bertuliskan Selamat Jalan seperti tak pernah dirawat. Warna cat putih sudah tampak kusam. Tak cuma itu, huruf dari tulisan ‘Selamat Jalan’ juga tak lagi sempurna. Karena beberapa huruf sudah terlepas dari posisi semula.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini sepintas biasa saja, namun hal ini menjadi pemandangan tak elok saat beberapa meter setelahnya terdapat tugu Selamat Datang di Provinsi Jawa Barat. Meski dibalut keramik berwana hitam dengan paduan cat warna merah, namun tugu tersebut, tampak masih lebih rapi dibandingkan tugu perbatasan milik provinsi Banten.

Pemandangan tak rapi pada kondisi tugu batas Banten- Jawa Barat di Cibareno Kecamatan, Cisolok ini, menuai kritik warga Banten.

Seperti diungkapkan Hendra Wijaya, salah satu warga Kota Tangerang yang tengah melancong ke wilayah Banten Selatan. Ia mengaku malu melihat kondisi tugu perbatasan Banten dengan Jawa Barat tersebut.

Sebab, kata Hendra, semestinya tugu itu adalah muka Banten bagi pelancong yang berasal dari Sukabumi saat memasuki wilayah Lebak, Banten.

“Ini sejatinya wajah Banten. Karena ini pengenal batas wilayah bagi orang yang mau memasuki wilayah Banten,” ungkapnya, Sabtu, 9 Agustus 2025.

Menurut Hendra, secara simbolis mungkin kondisi tugu itu terlihat biasa saja. Namun, secara substansi itu adalah wajah atau mencirikan citra daerah Banten.

“Kan, nanti orang bisa bilang: Kalau mau tahu Banten, tandanya kalau kawasannya sudah tak terurus, berarti sudah masuk kawasan. Padahal, karena tugunya doang, tapi itu bisa jadi citra buruk karena orang akan menilai dari yang mudah dia lihat,” terangnya.

Untuk kondisi lain, seperti pusat perkantoran, jalan-jalan lingkungan dan sebagainya juga sama penting diperhatikan. “Itu juga sama jadj wajab daerah juga. Kalau jalan kampungnya, jalan provinsinya rusak dan dibiarkan, bisa jadi penilaian orang akan mengeneralisir jadi citra buruk daerah itu,” terangnya.

Pendapat serupa diungkapkan Asrie, sebagai warga Banten miris melihat tugu batas wilayah Banten yang tak terurus. “Harusnya ini lebih megah. Biar jadi kebanggaan Banten,” katanya.

Asrie berharap, Pemrpov Banten bisa segera memperbaiki tugu itu sehingga bisa lebih baik. “Jangan sampai KDM (Kang Dedi Mulyadi) datang ke situ,” ujar ibu satu anak ini. (*)

Pos terkait