Kedua wilayah tersebut dinilai memiliki lahan pertanian yang cukup luas dan membutuhkan dukungan infrastruktur irigasi untuk menunjang produktivitas.
Pembangunan irigasi tidak hanya difokuskan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Selain itu, pihaknya berupaya menjaga agar tidak terjadi alih fungsi lahan maupun aset irigasi yang sudah ada, sehingga sistem irigasi yang dibangun tetap berfungsi optimal dan berkelanjutan.
“Karena yang banyak-banyak ini sekarang bangunan-bangunan lihat kan menempati lahan-lahan yang merupakan aset-aset daripada irigasi,” katanya.
Rencana pembangunan irigasi tersebut masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat, mengingat program tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional. Dengan demikian, pelaksanaannya akan bergantung pada keputusan dan alokasi dari kementerian terkait.
“Nanti dong, nunggu. Nunggu dari pusat, karena itu kan program pusat,” pungkasnya. (ald)











