Bahkan, data surveilans gizi melalui sistem e-PPGBM menunjukkan angka yang lebih rendah, yakni 4,9 persen.
“Alhamdulillah, capaian ini adalah hasil nyata kerja kolaboratif kita semua. Ini bukan hanya kerja pemerintah, tapi buah dari sinergi bersama lintas sektor, dari tingkat kota hingga masyarakat,” papar Sachrudin.
BACA JUGA:
Kota Tangerang Punya Atlet Penerus Rajiah Salsabillah
Ia menjelaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari penerapan 8 Aksi Konvergensi yang diterapkan secara menyeluruh. Mulai dari analisis situasi, perencanaan, rembuk stunting, manajemen data, hingga publikasi dan evaluasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Dari kelurahan sampai kota, semua bergerak bersama. Kami perkuat peran lebih dari 5.500 kader, 2.200 Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan 34 rumah sakit rujukan untuk memastikan anak-anak mendapatkan pelayanan yang optimal,” ungkapnya.
“Semangat kolaborasi kuat di lapangan, bukan sekadar di ruang rapat,” tegasnya.











