Sementara itu, salah satu pengusaha produk pangan online Babasan, Rahmat Rohmanudin mengatakan, kehadiran dalam bisnis pangan dengan menekankan setiap produk pertanian memiliki cerita, mulai dari asal benih, teknik budidaya ramah lingkungan, hingga perjalanan panen ke konsumen.
Dengan narasi ini, konsumen diharapkan memahami nilai usaha dan tantangan petani, mempererat ikatan emosional, serta memotivasi gerakan ‘bela beli’ yang sadar nilai.
“Transparansi rantai pasok melalui komunikasi awal dengan petani, penjadwalan panen, dan distribusi yang adil, serta peluang kolaborasi agrowisata. Seperti kunjungan ke kebun mitra, demo budidaya, atau workshop pengolahan hasil, agar wisatawan merasakan langsung kisah di balik makanan yang disantap,” terangnya. (mam)











