“Tingginya angka putus sekolah ini dikhawatirkan akan berdampak pada tingginya pengangguran di Tanah Jawara ini,” katanya.
Anggota Komisi V DPRD Banten Yeremia Mendrofa menyoroti pentingnya koordinasi lintas lembaga, khususnya dengan Kementerian Agama, guna memastikan lulusan SMP yang tidak tertampung bisa terserap juga di Madrasah Aliyah Negeri (MAN).
“Tapi tarolah yang terserap di MAN itu 20 ribu siswa, jadi masih ada 16 ribu siswa lagi yang belum mendapatkan layanan sekolah gratis. Nah ini masih jadi potensi bertambahnya angka putus sekolah. Makanya harus ada koordinasi yang baik dengan pihak Kemenag juga. Jangan sampai nanti ada anak putus sekolah kita biarkan begitu saja,” kata Yeremia.
BACA JUGA: Kebingungan Mendaftar SPMB, Minta SMA Swasta Gratis Dipublis
Dengan dukungan regulasi, pengawasan DPRD, serta perbaikan teknis pelaksanaan, Program Sekolah Gratis diharapkan bisa berjalan lebih matang di tahun-tahun berikutnya dan benar-benar menjangkau siswa yang membutuhkan. (rb)










