Tihar mengatakan, pihaknya fokus pada persiapan administrasi, khususnya di Puspaga. Sementara itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Pertamanan, serta berbagai lembaga masyarakat dan pelaku usaha juga diminta menunjukkan komitmen dan kontribusi dalam mewujudkan KLA.
Tihar mengungkapkan bahwa skor KLA Kota Tangerang kini berada di angka 771, atau pada tingkat Nindya gemuk. Hanya dibutuhkan tambahan sekitar 30 poin agar Kota Tangerang naik ke level KLA Utama.
“Kita sudah memenuhi lima kluster indikator KLA, yaitu hak sipil, pengasuhan alternatif, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan khusus. Contohnya, ada taman ramah anak dari Disbudpar, sekolah ramah anak dari Dinas Pendidikan, dan puskesmas ramah anak dari Dinkes,” ujarnya.
Dia menambahkan, berbagai program pun telah dijalankan untuk mendukung hal tersebut, seperti sekolah ramah anak, angkutan sekolah gratis, perpustakaan daerah ramah anak, serta Puspaga yang responsif terhadap kebutuhan anak dan keluarga.











