“Ini penting menjadi catatan, apalagi yang dinilai (oleh dewan hakim-red) ini ayat-ayat Al-Quran,” katanya.
Menurutnya, momen MTQ juga dapat dijadikan sebagai ajang pencarian generasi-generasi baru yang unggul dalam setiap mata cabang yang dilombakan. Regenerasi ini muncul menunjukkan bahwa proses pelaksanaan MTQ berjalan dengan sukses.
“Tapi kalau pemenangnya sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya, artinya pembinaan yang dilakukan belum maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Provinsi Banten Soleh Hidayat mengatakan, cabang yang dilombakan dalam MTQ XXII ini sama dengan tahun sebelumnya sebanyak 14 Cabang yang meliputi Cabang Seni Baca Al Qur’an/Dewasa, Cabang Qira’at Al Qur’an/Qira’at Sab’ah Mujawwad Dewasa.
BACA JUGA: Uang Pribadi Bupati Tatu untuk Bonus MTQ
Kemudian Cabang Seni Baca Alquran/Tartil Quran, Seni Baca Alquran/Disabilitas Netra. Cabang Seni Baca Alquran/Remaja, Seni Baca Alquran/Anak-anak.











