“Karena kejadian itu mereka tidak berani olah tanah lantaran kebutuhan airnya. Sehingga, jumlahnya ada 124 hektare sawah yang terdampak dan petani gagal tanam padi,” sambung Yuli.
Yuli mengatakan, tempat penampungan air ini usianya sudah lebih dari 20 tahun dan belum ada perbaikan, secara intensif oleh instansi terkait yakni BBWSC3 yang akhirnya sekarang jebol.
Meski begitu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak BBWSC3 dan DPUPR Kabupaten Serang, sebagai yang punya kewenangan untuk segera melakukan tindakan.
“Alhamdulillah mereka langsung respon cepat dan datang ke lokasi kejadian, semoga dapat segera ditindaklanjuti untuk mengatasi permasalah tersebut,” ujar Yuli.
BACA JUGA: 463 Titik Daerah Irigasi di Kabupaten Lebak Rusak
Yuli berharap, ada bangunan sementara seperti talang air yang menggunakan drum untuk menyambungkannya dari Utara ke Barat, yang bisa membuat air bisa kembali mengalir.











