”Generasi yang lemah dalam beribadah akan lebih mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak terpuji, maka kita sebagai orangtua ke dua bagi siswa wajib membimbing mereka agar mereka terbiasa dan juga bisa menjalankan nilai Pancasila khususnya nilai ke satu dalam Pancasila,”ujar Kepala SMPN 2 Teluknaga ini kepada Banten Ekspres, Senin (10/2).
Endaryanto menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala sekolah yang ada di wilayah gugus 10 SMP Kecamatan Teluknaga, untuk senantiasa meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas, khususnya dalam ibadah. Ini agar siswa mempunyai pedoman yang baik dan tidak terjerumus pada kegiatan yang negatif.
”Saya sudah koordinasi dengan seluruh kepsek yang ada wilayah gugus 10 agar memperhatikan siswanya dalam ibadah. Karena dengan ibadah, para siswa tidak akan melakukan hal yang tidak baik serta takut untuk melakukan kegiatan yang kurang baik,” paparnya.
Ia menjelaskan, salah satu tantangan terbesar bagi siswa saat ini adalah pengaruh teknologi, terutama smartphone. Banyak siswa yang terpengaruh oleh berbagai aplikasi dan konten yang tidak mendidik, yang membuat mereka lupa waktu dan mengabaikan kewajiban agama mereka.
”Untuk itu, SMPN 2 Teluknaga telah menerapkan aturan larangan membawa smartphone ke sekolah. Meskipun ada protes dari sebagian orang tua, aturan ini diterapkan demi menjaga agar siswa tidak terpapar hal-hal yang bisa merusak konsentrasi mereka,” tutupnya.(ran)











