Hadi menambahkan, di sekolah siswa diajarkan merawat tanaman, diberikan pengertian untuk buang sampah pada tempatnya, dan mereka diajarkan pula memilah sampah mana organik dan non organik.
”Kami ajarkan memilah sampah. Jadi mereka tahu mana sampah organik dan mana sampah non organik. Dari situ, mereka akan paham sampah organik untuk apa dan sampah non organik untuk apa. Jadi saat siswa di luar, mereka buang sampah sesuai dengan katagori,”paparnya.
Ia menjelaskan, target SDN 2 Rawasari tahun depan adalab menjadi sekolah Adiwiyata. Untuk itu harus secara perlahan membangun sebuah pondasi awal agar terwujud sekolah Adiwiyata. Ini karena memang dengan membangun hal yang mudah, maka hal yang berat akan bisa terealisasi.
”Hal mudah, mengajak siswa untuk hidup sehat dan juga menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan sehat. Itu paling mudah dan bisa meningkatkan semangat bagi kita semua untuk bisa meriah sekolah Adiwiyata,”tutupnya.(ran)











