“Terutama di jam-jam rawan terjadinya tindak pidana seperti geng motor. Sebab dari beberapa hasil ungkap pelaku geng motor sebagian besar pelakunya masih anak-anak usia sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, karena mereka berlibur tidak menutup kemungkinan kesempatan libur mereka digunakan untuk hal-hal yang negatif.
“Terlebih, kami petakan terjadi sekelompok geng motor, dilakukan setiap hari libur yaitu malam Minggu,” ungkapnya.
Maka itu, Hajaji juga telah menginstruksikan anggotanya melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) yang semakin inten demi menyelamatkan anak-anak.
“Jangan sampai banyak korban akibat ikut-ikutan atau bergabung dengan kelompok geng motor,” imbuhnya,” imbuhnya, seraya berharap atensinya dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab. (zky)










