Dia mengakui, beasiswa KIP-Kuliah yang merupakan program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) ini dirasa belum dapat memenuhi biaya di kampusnya. Meski demikian, hal ini menjadi bagian wujud pengabdian untuk mencerdaskan bangsa.
“Kalau dihitung biayanya gak masuk hitungannya, daripada tidak ada, lumayan bisa membantu masyarakat, kita cukup-cukupi saja karena dasarnya kita mengabdi ini buat negara dalam upaya mencerdaskan bangsa,” imbuhnya.
Dia menuturkan, bantuan KIP-Kuliah ini berbeda dengan bantuan beasiswa yang difasilitasi pemerintah Kota Tangerang yang menganggarkan senilai Rp6 Juta. Namun, pihaknya juga turut memfasilitasi dan menyukseskan program Pemkot Tangerang dalam upaya menyejahterakan warga Kota Tangerang.
“Ya kita terima juga tapi tidak banyak, secara keseluruhan mahasiswa jalur beasiswa pemerintah paling banyak 200 kuota setiap tahunnya. Karena dari kuota ini juga sudah nombok juga,” katanya.











