”Saya meminta kepada seluruh pihak untuk konsisten. Jangan hanya ada kejadian baru dikencangkan setelah lama diabaikan. Kita sangat khawatir, apalagi banyak sekali sekolah SD ataupun SMP yang ada di pinggir jalan di wilayah Kecamatan Teluknaga,”ujarnya kepada Banten Ekspres, Senin (11/11).
Hadi menambahkan, setiap pagi sebelum kejadian yang ada di Kosambi beberapa waktu lalu, truk tanah membuat macet, bahkan tanahnya berserakan ke jalan yang mengakibatkan jalan licin saat hujan dan itu bisa membuat kecelakaan masyarakat yang melintas di jalan tersebut.
”Saya tidak melarang aktivitas truk tambah, akan tetapi mereka harus komitmen dengan kesepakatan jam operasional. Dari jam 6 pagi sampai malam sesuai dengan jam operasional pihak truk harus mematuhi peraturan, yang terpenting semua pihak harus konsisten dan komitmen,” paparnya.









