Karena itu, sambungnya, cabai yang ditanam tidak lagi disiram secara manual, melainkan melalui sistem penyirman otomasis pada pagi dan sore hari di semacam green house seluas 1.000 meter persegi di ponpesnya.
Bahkan, lanjutnya, ia pun menginginkan santri di ponpesnya bisa memiliki kemampuan menulis. Tentu dengan kemampuan menulis bisa menghasilkan karya tulisan untuk mengedukasi masyarakat.
Gus Nur Rohman menuturkan, sudah mengajak Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhamad Amud dan Asisten Daerah (Asda) bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Syaifullah mengunjungi semacam green houses di ponpesnya.
BACA JUGA: Dukung Ekonomi Pesantren, Airin Siapkan Program Santri Tani
“Tujuannya agar Dewan dan Pemda ada program pemberdayaan untuk anak-anak muda bisa diberdayakan menjadi petani milenial,” imbuhnya.
Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhamad Amud mengapresiasi keberadaan semacam green house untuk menanam cabai di Ponpes Technopreneur As Shofa Rajeg.











