Melalui gerakan ini, Dinas Kesehatan mendorong ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, dengan target minimal enam kali pemeriksaan, di mana dua di antaranya harus melibatkan USG oleh dokter.
Selain itu, ibu hamil diharapkan untuk mengikuti kelas ibu hamil minimal empat kali, mengonsumsi tablet tambah darah setiap hari, serta mematuhi anjuran gizi yang tepat untuk meningkatkan berat badan yang sehat.
“Peran keluarga dan lingkungan sangat penting dalam mendampingi ibu hamil. Kami juga melibatkan PKK kecamatan dan petugas puskesmas untuk mendukung kesehatan ibu hamil,” tambahnya.
Masalah stunting juga menjadi fokus utama, dengan angka stunting di Kabupaten Tangerang mencapai 26,4 persen pada 2023. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap stunting meliputi berat badan lahir rendah dan akses antenatal care yang tidak lengkap.
Dirinya pun menekankan pentingnya peningkatan kesadaran dan motivasi ibu hamil untuk menjaga kesehatan.











