Kapolda Banten juga menegaskan, pengawasan harus masif dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif mulai dari tingkat terkecil yakni, keluarga.
“Jangan dilepas anak-anak kita. Karena kalau dilepas anak-anak kita yang masih mencari jati diri ini bisa terinfluence (terpengaruh) dengan lingkungannya. Ini PR kita bersama, mari kita bergandengan tangan awasi anak-anak kita,” ujarnya melalui keterangan yang diterima BANTENEKSPRES.CO.ID.
Merespon arahan Kapolda Banten, Ketua Himpunan Penguasa Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Tangerang M Agus Mulyana mengungkapkan, pihaknya telah berkolaborasi dengan Ponpes Assalam Kemiri kaitan peningkatan kompetensi soft skill (keterampilan sosial, kecerdasan sosial dan komunikasi) di bidang kewirausahaan.
Hal tersebut, dilakukan guna memberikan wadah kegiatan yang positif sekaligus membangun kemandirian dari para santri.











