Imigrasi Pangkas Antrean Layanan Jemaah Haji

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana saat membuka segel bus pengantar jemaah haji dari asrama sebagai bagian dari prosedur keberangkatan, di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu, 22 April dini hari

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta memfasilitasi keberangkatan jemaah haji.

Sebanyak 391 jemaah haji kloter pertama Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-01) melalui Terminal 2F Keberangkatan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, diterbangkan menuju Tanah suci, Rabu (22/4) dini hari. Dari 391 jemaah tersebut terdiri dari 170 laki-laki dan 221 perempuan.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana mengatakan, jemaah haji kloter pertama Embarkasi Jakarta Pondok Gede diberangkatkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA7301 tujuan Madinah.

Ia menyebut, pesawat dijadwalkan lepas landas pada pukul 00.45 WIB dan diperkirakan tiba pada pukul 06.50 waktu setempat.

“Rombongan jemaah tiba di Terminal 2F pada pukul 21.45 WIB setelah diberangkatkan dari Asrama Haji menggunakan 10 armada bus dengan pengawalan petugas imigrasi dan kepolisian,” paparnya.

Setibanya di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, lanjut Galih, pihaknya melakukan pembukaan segel bus sebagai bagian dari prosedur keberangkatan, sebelum jemaah menjalani proses pemeriksaan keimigrasian Arab Saudi melalui fasilitas layanan Makkah Route.

Galih menuturkan, melalui skema ini, pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi diselesaikan di bandara soekarno-hatta, sehingga jemaah tidak perlu lagi mengantre saat tiba di Arab Saudi.

Ia menegaskan, pelayanan keimigrasian bagi jemaah dilakukan secara proaktif dan terintegrasi.

“Pelayanan keimigrasian bagi jemaah kami lakukan secara proaktif, mulai dari penerbitan paspor, serta pemeriksaan Paspor dan penerapan tanda keluar yang kini dilaksanakan di setiap asrama haji, sehingga jemaah tidak perlu lagi melalui pemeriksaan di bandara. Hal ini sejalan dengan semangat ‘Imigrasi untuk Rakyat’ sebagaimana arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, dalam menghadirkan layanan yang lebih mudah, cepat, dan seamless,” jelasnya.

Ia menambahkan, layanan Makkah Route menjadi kunci dalam meningkatkan kenyamanan perjalanan ibadah jemaah.

“Melalui skema Makkah Route, proses clearance kedatangan di Arab Saudi telah diselesaikan di Indonesia. Setibanya di sana, jemaah dapat langsung melanjutkan perjalanan tanpa antrean,” pungkasnya.(*)

Pos terkait