Pedagang Mulai Keluhkan Truk Tanah, Uang Ngebul Buat Pedagang di Jalan Raya Kemiri Hanya Rp 50.000/Bulan

Pedagang Kemiri
Akses lalu lalang truk tanah di Desa Kemiri, Jalan Raya Kemiri, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, yang berasal dari galian tanah, di Desa Pangarengan, Kecamatan Rajeg, Kamis (12/9/2024). (Foto: Zakky Adnan/Banten Ekspres)

Selain pedagang gorengan, keluhan juga dikatakan seorang penjaga toko emas. Dia mengungkapkan, sekarang bisa 5 sampai 6 kali membersihkan kaca etalase tempat meletakan emas, yang sebelumnya hanya 3 kali per hari.

“Kalau mobil (truk tanah) lewat itu debunya sampai ke sini. Biasanya 3 kali bersih-bersih. Sekarang lebih sering. Sampai 6 kali,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Kemudian, seorang pedagang lain mengatakan, kalaupun dikasih uang ngebul, ia memilih tidak ada lalu lalang truk tanah dari galian tanah, daripada dikasih uang ngebul.

BACA JUGA: Truk Nyangkut Kabel Listrik, Jalan Mauk – Kronjo Macet Parah, Mobil Pertamina Membawa BBM Ikut Tertahan

“Apalagi, uang ngebul cuma gocap (Rp50 ribu) sebulan,” imbuhnya.

BACA JUGA: Sopir Truk dan Warga Nyaris Adu Jotos, Sebabkan Kemacetan di Pertigaan Jalan Dekat Puskesmas Mauk

Saat ditemui wartawan di akses keluar masuk mobil tanah, sejumlah juru parkir truk tanah mengatakan, galian tanah sudah beroperasi sekitar sebulan.

Pos terkait