Selain pedagang gorengan, keluhan juga dikatakan seorang penjaga toko emas. Dia mengungkapkan, sekarang bisa 5 sampai 6 kali membersihkan kaca etalase tempat meletakan emas, yang sebelumnya hanya 3 kali per hari.
“Kalau mobil (truk tanah) lewat itu debunya sampai ke sini. Biasanya 3 kali bersih-bersih. Sekarang lebih sering. Sampai 6 kali,” ucapnya.
Kemudian, seorang pedagang lain mengatakan, kalaupun dikasih uang ngebul, ia memilih tidak ada lalu lalang truk tanah dari galian tanah, daripada dikasih uang ngebul.
“Apalagi, uang ngebul cuma gocap (Rp50 ribu) sebulan,” imbuhnya.
Saat ditemui wartawan di akses keluar masuk mobil tanah, sejumlah juru parkir truk tanah mengatakan, galian tanah sudah beroperasi sekitar sebulan.











